Ngawi

23 ODR Korona dalam Radar Dinkes Ngawi

Dinyatakan Negatif tapi Tetap dalam Pemantauan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Masyarakat Ngawi diminta tidak panik menyikapi kasus Covid-19 atau korona. Dinas kesehatan (dinkes) memastikan sejauh ini tidak ada temuan warga yang terjangkit virus tersebut. ‘’Kami sudah lakukan pengecekan semua data ODR (orang dengan risiko, Red) yang masuk, semuanya sehat,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ngawi drg Endah Pratiwi Jumat (6/3).

Endah mengungkapkan, sampai Senin lalu (2/3) terdapat 23 ODR di Ngawi. Data tersebut merupakan hasil situation reporting dari Dinkes Provinsi Jatim yang setiap hari selalu di-update. ‘’Langkah kami setelah menerima notifikasi itu langsung melakukan pengecekan kepada yang bersangkutan,’’ ujarnya.

Pihaknya dibantu petugas puskesmas memeriksa kondisi kesehatan puluhan ODR tersebut. Namun, hasilnya negatif alias tidak ditemukan indikasi terpapar korona. ‘’Meskipun semuanya dinyatakan sehat, tapi sesuai prosedur tetap harus dipantau selama 14 hari ke depan,’’ terang Endah.

Endah mengatakan, puluhan ODR itu merupakan warga yang baru saja kembali dari sejumlah negara yang memiliki kasus korona. Selain ODR, ada kategori orang dalam pemantauan (ODP). Yakni, orang yang baru tiba dari negara terjangkit dan mengalami sakit tapi tidak ada gejala pneumonia.

Kategori lain, lanjut Endah, adalah pasien dalam pemantauan (PDP). Yakni, ditemukan gejala pneumonia atau pernah kontak langsung dengan Covid-19. ‘’Dalam penanganan korona tidak ada istilah suspect,’’ tuturnya.

Dia menyebut, ada pula kategori probable. Yakni, orang sakit dan ditemukan pan-beta coronavirus namun para ahli masih ragu menyimpulkan hasil uji laboratorium. Sedangkan golongan terakhir adalah status konfirmasi. Yaitu, orang yang dinyatakan positif terjangkit korona. ‘’Kalau ada kasus seperti itu, langkah kami merujuknya ke rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk dilakukan observasi. Untuk wilayah sini di RSUD dr Soedono, Kota Madiun,’’ paparnya.

Sementara itu, menanggapi kelangkaan masker di pasaran, Endah menyebut stok di dinkes saat ini masih mencukupi. Persediaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dinkes maupun puskesmas-puskesmas se-Ngawi. ‘’Masyarakat tidak perlu takut, karena yang seharusnya pakai masker itu yang sakit, bukan yang sehat,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button