AdvertorialNgawi

221 Pejabat Ngawi Diambil Sumpah Janji

Sesuaikan dengan Kompetensi melalui Proses Seleksi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono kembali melantik pejabat struktural, kepala UPT puskesmas, dan kepala sekolah. Sebanyak 221 pejabat telah diambil sumpah dan janjinya untuk jabatan baru di Pendapa Wedya Graha, Ngawi, Jumat pagi (3/1). ‘’Sebenarnya ini kegiatan rutin saja, untuk mengisi sejumlah kekosongan jabatan sesuai kompetensi masing-masing,’’ kata Kanang.

Kanang menjelaskan, sebelumnya sudah dilakukan proses seleksi dan analisis dengan menggandeng tim independen. Hasilnya dijadikan acuan untuk menentukan penempatan pejabat pada jabatan yang sesuai dengan kompetensi masing-masing. ‘’Jadi, kami tinggal ikuti saja (hasil seleksi dan analisis). Kompetensi itu kelihatan kok, kita bicara objektif saja,’’ ujarnya.

Semua pejabat yang baru saja dilantik diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Itu yang disebutnya penting. Sebab, saat ini masyarakat ingin pelayanan bisa cepat dan responsif. Selain itu, Kanang ingin adanya perubahan ke arah yang lebih baik ke depannya. ‘’Selama ini kita masih terpaku pada ilmu alam. Semua masih senang dengan kemapanan dan kenyamanan,’’ ungkapnya.

Yang dimaksud Kanang itu tidak lepas dari adanya beberapa perombakan pada sejumlah jabatan. Misalnya, jabatan kepala dinas pendidikan (kadindik) diisi oleh pejabat yang bukan dari lingkup pendidikan. ‘’Semua pasti mengira, setelah dari itu lalu ke itu (jabatan pendidikan ke pendidikan, Red). Padahal kita harus berubah dan bisa lebih cepat lagi,’’ tuturnya.

Kanang sedikit memberi gambaran mengapa dia sengaja menempatkan orang baru pada jabatan kadindik tersebut. Selama ini, menurutnya, sekolah di bawah naungan dindik sudah kalah jauh dengan madrasah. Bahkan, banyak yang terpaksa di-regrouping akibat kekurangan murid. Karena itu, dia memilih orang di luar dunia pendidikan tapi dianggap mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut. ‘’Kami harus berubah. Strateginya harus diubah. Pak Presiden juga mengatakan seperti itu. Harus ada perubahan dan itu yang saya harapkan,’’ paparnya.

Ada beberapa pejabat eselon III yang naik menjadi pejabat tinggi pratama, eselon II. Pasalnya, ada sejumlah posisi untuk jabatan kepala dinas maupun setingkat eselon II lain yang kosong. Ada juga pejabat eselon IV atau pengawas yang naik menjadi pejabat eselon III. ‘’Ada yang promosi, ada juga yang hanya bergeser. Tapi yang jelas semua sudah sesuai analisis yang melibatkan tim dari independen,’’ terangnya.

Selain itu, Kanang menjelaskan mengenai kewenangannya terkait rotasi dan pelantikan pejabat. Kemarin memang menjadi pelantikan terakhir yang dapat dilakukan Kanang di akhir periode kepemimpinannya. Namun, dia menyebut masih dapat melakukan mutasi lagi dengan syarat harus mendapatkan izin dari menteri dalam negeri. ‘’Kalau yang tanpa izin memang iya (terakhir), tapi boleh melakukan pengisian jabatan kosong lagi sebelum penetapan (calon kepala daerah) jika ada izin dari mendagri,’’ jelasnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close