MadiunPendidikan

22 Sekolah Bersiap PTM Pekan Depan

CEPAT-CEPAT TES CEPAT

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Heri Wasana merelakan jari kelingkingnya berdarah saat disuntik jarum di SMPN 2 Kota Madiun Kamis (5/11). Kepala dinas pendidikan (dindik) itu memberi teladan pentingnya rapid test sebelum memulai pembelajaran tatap muka (PTM).

Langkah cepat rapid test akbar itu wajib diikuti seluruh warga sekolah. Kamis (5/11) diikuti siswa, guru, karyawan, hingga penjaga sekolah dan tukang kebun dari enam SD dan lima SMPN. Hari ini (6/11), puskesmas melanjutkan tes cepat untuk 11 sekolah. Pekan depan, 22 sekolah ditargetkan siap mengawali PTM.

Urgensi PTM untuk mempersiapkan anak didik menghadapi ujian semester dalam waktu dekat. Sekaligus mengakomodasi permintaan orang tua yang sudah tak sabar menyekolahkan anaknya. ‘’Rapid test ini untuk deteksi dini. Seluruh komponen pendidikan harus steril,’’ terang Heri.

PTM bakal diujicobakan bagi siswa kelas I dan VI SD serta IX SMP yang telah mendapat persetujuan orang tua. Diikuti 50 persen dari total kapasitas kelas. Durasi pembelajaran dibatasi dua jam mulai pukul 07.00-09.00. ‘’Siswa dan guru sebagai kaum terdidik diharapkan menjadi teladan protokol kesehatan. Minimal di lingkup keluarga,’’ ucapnya.

Kabid Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi mengatakan bahwa rapid test merupakan finalisasi persiapan PTM. Bagi orang tua yang belum menyetujui PTM, tetap difasilitasi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Orang tua yang berhalangan antar jemput, bakal difasilitasi bus sekolah milik dinas perhubungan (dishub). Bus disterilkan sebelum dan sesudah dioperasikan. Untuk memastikan tidak kelayapan sepulang sekolah, siswa diwajibkan share lokasi setibanya di rumah. ‘’Bagi yang tidak punya ponsel android dapat meminjam anggota keluarga. Wali kelas juga kami minta menghubungi orang tua,’’ ungkapnya.

Anik Lestari mengapresiasi langkah cepat yang ditempuh pemkot ini. Rapid test akbar memberikan kepastian keberlangsungan belajar di sekolah. Anik termasuk salah satu orang tua yang ngebet anaknya lekas masuk sekolah. Sejak tahun ajaran baru, Iqbal Ari Dwi Baihaki, anaknya, belum pernah bertemu guru dan teman. Bahkan, belum melihat langsung sekolahnya. ‘’Kalau PJJ terus susah belajarnya, apalagi baca tulis. Setelah rapid test ini tidak waswas lagi,’’ tutur wali siswa kelas I SDN Kejuron itu. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close