MadiunPendidikan

207 Siswa SMAN 1 Kota MadiunUjian Akhir Sekolah dengan Smartphone

Diklaim Lebih Efisien dan Nihil Kecurangan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ujian satuan pendidikan berbasis komputer dan smartphone (USPBKS) berlanjut tahun ini. Pun, metode ujian itu direspons positif kalangan kepala sekolah. ”Lebih efisien. Kalau pakai komputer bisa dua sesi, ini hanya satu sesi secara serentak,” kata Kepala SMAN 1 Kota Madiun Imron Rosidi Rabu (4/3).

SMAN 1 Kota Madiun merupakan satu-satunya sekolah yang menggunakan smartphone dalam USPBKS yang dijadwalkan berlangsung 2-11 Maret 2020. Pesertanya sebanyak 207 dari total 280 siswa kelas XII sekolah itu. Sisanya menggunakan komputer.

Imron menuturkan, 207 peserta ujian yang menggunakan smartphone terbagi dalam sembilan ruangan. Setiap ruangan ditunggu seorang pengawas. Sedangkan untuk mengatasi kendala teknis terkait aplikasi, pihaknya menyiapkan empat proktor.

”Alhamdulillah, ujian tahun ini lancar. Tak ada masalah teknis yang berarti,” ungkapnya. ”Mungkin kendalanya hanya pada ukuran tampilan soal, karena layar smartphone terbatas. Jadi, tak semua soal dapat termuat. Peserta didik perlu menggeser-geser untuk membaca soal,” imbuhnya.

Imron menyebut, penggunaan smartphone merupakan alternatif terbaik mengatasi problem ketersediaan komputer sekolah. ”Dengan begitu, ujian bisa langsung dilakukan satu sesi, tanpa harus bergantian. Siswa juga pulang lebih awal, pukul 11.15,” jelasnya.

Pelaksanaan USPBKS, lanjut dia, menggunakan aplikasi khusus yang dirancang Dinas Pendidikan Jawa Timur. Sebelum mengerjakan soal, peserta ujian harus login dengan username sesuai akun yang telah didaftarkan seminggu sebelum ujian.

Setelah itu, peserta ujian wajib menginput kode unik yang diberikan pengawas ujian. ”Kemudian, aplikasi akan muncul logo Provinsi Jawa Timur. Baru setelah logo tersebut diklik, peserta ujian dapat mengerjakan soal,” papar Imron.

Dia menjelaskan, aplikasi khusus USPBKS hanya support dengan smartphone layar minimal 4,5 inci. Selain itu, gawai minimal memiliki OS android 7 dengan kapasitas RAM dua gigabyte dan memori internal minimal 700 megabyte. ”Untuk laptop, semua mendukung,” katanya.

Dia menambahkan, USPBKS mampu menekan potensi kecurangan. Sebab, sistem aplikasi dirancang membatasi penggunaan aplikasi lainnya. Upaya membuka aplikasi searching maupun media sosial dapat segera diketahui. ”Satu layar full tampilan aplikasi. Jika peserta nekat keluar, harus login kembali dan harus meminta kode unik ke pengawas lagi,” paparnya. (mg3/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close