Pacitan

2020 Tiket Objek Wisata Pacitan Naik

Berlaku di Delapan Destinasi Pelat Merah

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tahun baru tarif baru. Pengunjung destinasi wisata di Pacitan harus merogoh kocek lebih dalam mulai 2020 mendatang. Menyusul disahkannya revisi Perda 1/2017 tentang Perubahan Perda 21/2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga oleh DPRD setempat.

Dalam perda tersebut, tarif retribusi delapan objek wisata pelat merah sah dinaikkan. ‘’Penerapannya masih menunggu peraturan bupati (perbup),’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Andi Faliandra Kamis (26/12).

Sejatinya, terdapat sembilan objek wisata yang diusulkan naik tarif tahun depan. Yakni, Pancer Door, Srau, Klayar, Watukarung, Taman, Buyutan, Gua Gong, Gua Tabuhan, dan Banyu Anget. Namun, Pancer Door ditunda kenaikannya. ‘’Pancer Door juga jadi jujukan alternatif warga kota. Masih akan dikembangkan dan dilengkapi fasilitasnya,’’ ujar Andi.

Bupati Pacitan Indartato optimistis kenaikan retribusi tidak akan memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. Meski naik dua kali lipat, namun tarif tersebut masih di ambang batas murah. Terlebih jika dibandingkan dengan daerah lain. ‘’Kami sudah sesuaikan dengan inflasi dan sebagainya. Jadi, masih wajar,’’ kata Pak In, sapaan Bupati Indartato.

Dia menambahkan, kenaikan tarif bakal dibarengi penambahan fasilitas. Gua Gong, misalnya, tarifnya direncanakan naik Rp 20 ribu. Namun, fasilitasnya akan diremajakan. Khususnya area parkir yang acap jadi biang kemacetan. Pun diterapkan batasan jumlah pengunjung di dalam gua sekali masuk. ‘’Kondisi gua tidak terlalu luas. Kalau oksigennya kurang, kasihan pengunjung. Jadi nanti sebelum masuk gua kita berikan tempat untuk antre agar bisa bergantian,’’ jelasnya di sela meninjau beberapa objek wisata di wilayah Donorojo dan Punung.

Pak In sempat meminta kepala desa setempat untuk mencari lahan parkir baru di kawasan tersebut. Rencananya tanah bengkok tak jauh dari lokasi gua bakal diubah jadi lahan parkir wisata. Rencana serupa bakal diterapkan di objek wisata Pantai Klayar.  ‘’Jadi, direncanakan tambah lahan parkir baru,’’ sebutnya. (gen/c1/sat)

Wisatawan Abai Larangan di Pantai

PETUGAS keamanan pantai di Pacitan harus bekerja ekstrakeras. Pasalnya, banyak wisatawan yang nekat kungkum di pantai meski telah dipasang papan tanda larangan. Sehingga, mereka harus berulang kali memberi peringatan lewat pengeras suara ‘’Setiap lima menit sekali kami umumkan larangan apa saja selama di pantai,’’ kata Suhardi, salah seorang petugas keamanan Pantai Klayar, Donorojo, Kamis (26/12).

Menurut Suhardi, gelombang tinggi bisa sewaktu-waktu terjadi. Kondisi tersebut membahayakan wisatawan. Pun, meski bukan masuk musimnya, ubur-ubur beracun juga acap muncul. ‘’Karena itu, kami pasang batas aman bermain di pantai. Karena kalau sudah nyemplung kadang wisatawan lupa,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, kemunculan ubur-ubur sebagian besar lantaran tersapu ombak. Jumlah ubur-ubur yang terdampar memang tak sebanyak saat musim berkembang biak. Namun, jenis tertentu, khususnya berwarna biru, beracun dan membahayakan. ‘’Pekan ini belum ada laporan wisatawan yang tersengat, kalau bulan lalu ada satu,’’ ungkapnya.

Suhardi berharap pengunjung lebih berhati-hati. Harus selalu mengawasi buah hatinya yang bermain air. Mengingat, warna ubur-ubur yang indah acap menarik perhatian dan penasaran anak-anak. Padahal jika kontak dengan kulit, ubur-ubur dapat menimbulkan luka bakar hingga membuat sesak napas. ‘’Pertolongan pertama biasanya diberi air kelapa hijau sebelum dibawa ke puskemas terdekat,’’ terangnya.

Beberapa papan larangan hingga tanda bahaya ubur-ubur telah dipasang di sepanjang pantai. Suhardi berharap diindahkan para wisatawan. Pun secara umum pihaknya siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Beberapa petugas disebar di sepanjang pantai. ‘’Kami siapkan petugas jaga, saling bergantian,’’ jelasnya. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close