Ngawi

20 Bacakades Mundur Berjamaah

NGAWI – Sebanyak 21 bakal calon kepala desa (bacakades) di Ngawi dipastikan tersingkir dari kontestasi pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. Kepastian itu diketahui dari hasil pendataan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) setempat beberapa hari lalu. ‘’Ada 20 (bacakades) yang mundur, satunya lagi TMS (tidak memenuhi syarat, Red),’’ kata Kepala DPMD Ngawi Kabul Tunggul Winarno Jumat (24/5).

Menurut dia, pengunduran diri saat pencalonan kepala desa (kades) merupakan hal yang wajar dalam setiap penyelenggaraan pilkades. ‘’Tapi, apa alasan mereka mengundurkan diri kami tidak tahu. Yang jelas, mau mundur atau tidak itu hak mereka,’’ ungkapnya sembari menyebut 20 bacakades yang mundur itu berasal dari 20 desa yang menyelengarakan pilkades serentak tahun ini.

Dia juga memastikan pengunduran diri puluhan bacakades itu tak akan memengaruhi proses dan tahapan pilkades di desa masing-masing. Sebab, meski ada yang mengundurkan diri jumlahnya masih sesuai syarat minimal. ‘’Mundurnya sebelum penetapan, jadi tidak kena sanksi,’’ jelasnya.

Saat ini, lanjut Kabul, dari sebanyak 178 desa yang bakal mengikuti pilkades serentak ada tiga desa yang belum menetapkan calonnya. Yakni, Wonokerto, Bintoyo, dan Ploso Lor. Penetapan calon di tiga desa tersebut dijadwalkan 31 Mei mendatang. ‘’Karena, saat pendaftaran lalu harus menambah jadwal tahap kedua,’’ sebutnya.

Kabul mengatakan, sejauh ini sudah ada 463 calon kepala desa dari total 175 desa. Jumlah tersebut masih bisa berkurang lantaran desa yang calonnya lebih dari lima orang harus dilakukan seleksi. ‘’Tinggal lihat, kalau calonnya enam berarti berkurang satu, calonnya tujuh berkurang dua, dan seterusnya,’’ paparnya.

Setelah penetapan calon dan pengundian nomor urut, tahap selanjutnya adalah pencetakan surat suara. Sedangkan masa kampanye masing-masing calon diberi waktu tiga hari sebelum masa tenang yakni 21, 24, dan 25 Juni. ‘’Kegiatannya terserah, asalkan diatur jangan sampai berbenturan dengan jadwal calon lain untuk menghindari kerawanan,’’ pungkasnya. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button