Mejayan

2 Bulan 2 Pintu Perlintasan KA Nganggur

Tunggu Perjanjian Kerja Sama dan Petugas Jaga

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Engsel palang pintu perlintasan kereta api sebidang di Desa/Kecamatan Wonoasri masih terbungkus kain. Peranti keamanan itu belum dioperasikan sejak rampung dibangun Desember tahun lalu. Lalu-lalang kendaraan masih diatur relawan dengan aba-aba dan sempritan. ‘’Belum ada petugasnya. Untuk itu saya dan relawan yang lain masih di sini,’’ kata salah seorang relawan yang menolak namanya dikorankan Senin (24/2).

Selain di titik tersebut, kondisi serupa juga terjadi di Dusun Bungkus, Desa Kaligunting, Mejayan. Padahal, sarana dan prasarananya sudah komplet. ‘’Ada beberapa pendukung lain yang belum terpenuhi, sehingga belum bisa dioperasikan,’’ kata Kabid Angkutan dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun Sutrisno.

Ada empat faktor penyebab dua palang pintu itu belum dapat dioperasikan. Pertama, perjanjian kerja sama lintas instansi yang belum klir. Yakni, dengan Daop VII Madiun, Dishub Jatim, dan Dirjen Perkeretaapian. Padahal, draf sudah dilayangkan ke masing-masing instansi. ‘’Sampai sekarang masih menunggu jawaban,’’ ujarnya.

Faktor lainnya, keberadaan petugas jaga. Menurut Sutrisno, pihaknya sudah merekrut delapan petugas. Tiap titik akan ditempatkan empat petugas. Mereka direkrut dari warga setempat dengan klasifikasi tertentu. Salah satu syaratnya minimal berijazah SMP. Namun, hingga sekarang belum ada pelatihan. ‘’Belum ada tindak lanjut dari API (Akademi Perkeretaapian Indonesia, Red) Madiun. Sebatas informasi sementara, rencananya 2-6 Maret nanti,’’ terangnya.

Sutrisno belum dapat memastikan kapan dua palang pintu mulai dioperasikan. Sebab, empat faktor yang satu pun belum terealisasi itu saling berkaitan. Jadi, jika tiga faktor terpenuhi tapi ada yang belum, maka belum bisa dioperasikan. ‘’Tidak akan berani jika ada salah satu dari empat faktor itu belum tuntas. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang akan tanggung jawab,’’ ucapnya.

Pembangunan dua palang pintu itu dibiayai PAK 2019 Rp 1,4 miliar. Keduanya selesai dikerjakan 20 Desember tahun lalu. Sehingga, sudah dua bulan nganggur. ‘’Untuk sementara waktu dijaga para relawan itu,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close