Madiun

2.810 Pedagang Pasar Di-Rapid, 650 Orang Reaktif

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus persebaran Covid-19 di Kota Madiun masif. Bahkan, potensi penambahan kasus bisa saja terjadi seiring telah keluarnya seluruh hasil pemeriksaan rapid test pedagang dan pengunjung pasar tradisional oleh dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan KB Senin (4/1).

Dari 2.810 pedagang dan pengunjung yang dites cepat, sebanyak 650 orang di antaranya reaktif. Mereka yang reaktif diklasifikasi sesuai domisili dan diminta untuk menjalani isolasi mandiri. ‘’Pedagang dari Madiun Raya. Saat ini (kemarin, Red) proses pemilahan data,’’ kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakot Madiun dr Agung Sulistya Wardani, Senin (4/1).

Skrining masal menindaklanjuti temuan sejumlah pedagang yang terinfeksi Covid-19. Bahkan ada yang meninggal dunia. Gerak cepat ini mengantisipasi meluasnya klaster persebaran. ‘’Untuk kebaikan semua, PBM perlu disterilisasi. Pasar lain belum ditutup, menunggu instruksi Pak Wali,’’ lanjutnya.

BPBD Kota Madiun juga terus menggencarkan sterilisasi. Menyasar pasar tradisional dan berbagai fasilitas publik. Tak kurang 3.500 liter cairan disinfektan disemprotkan setiap hari ke seluruh titik di tiga kecamatan. ‘’Kami pastikan cairan disinfektan mencukupi kebutuhan dua tiga-bulan ke depan,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Agus Hariono. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button