Pacitan

193 Pasangan Nikah di Bawah Umur

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Menikah dini seolah menjadi budaya baru remaja di Pacitan. Dalam setahun (sampai November), Pengadilan Agama (PA) Pacitan setidaknya mencatat ada 193 pasangan di bawah umur yang mengajukan pernikahan. Penyebabnya didominasi pergaulan bebas. ‘’Dari sisi kesehatan sangat membahayakan anak itu sendiri,’’ kata Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas PPKB dan PPA Pacitan, Kartika Indah Susana, Jumat (20/12).

Nikah dini juga berakibat pada hilangnya hak anak. Terutama dalam memperoleh pendidikan 12 tahun belajar. Karena setelah menikah di bawah umur, mereka memutuskan untuk putus sekolah. Apalagi jika menikah karena dipicu pergaulan bebas. ‘’Seumpama dia nikah waktu SMP, tentu kami dorong agar ikut kejar paket supaya dapat ijazah,’’ ujarnya.

Kartika menambahkan, menikah dini berdampak pula pada keharmonisan rumah tangga dan ekonomi keluarga. Karena mereka dianggap belum siap berumah tangga sekaligus bekerja. ‘’Tapi, kami terus berusaha menekan agar angka pernikahan dini terus turun,’’ tuturnya.

Namun demikian, usaha itu diperlukan kerja sama seluruh stakeholder. Termasuk peran orang tua dan kesadaran anak itu sendiri. Misalnya menjauhi konten pornografi dan mampu menjaga pergaulan di lingkungan. ‘’Orang tua juga akan kami beri sosialisasi. Termasuk tokoh masyarakat dan agama. Karena kami tidak bisa sendiri untuk mencegah kasus pernikahan dini,’’ terang Kartika. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button