AdvertorialMadiun

188 Lulusan STIKes BHM Jalani Sumpah Profesi

Nakes Ujung Tombak Pelayanan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Saat pandemi Covid-19, tenaga kesehatan (nakes) menjadi garda terdepan untuk pelayanan. Hal serupa berlaku bagi 188 lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia (STIKes BHM) Madiun. Seratusan lebih lulusan dari berbagai program studi ini dituntut bekerja dengan mengedepankan sikap humanisme, sepenuh hati, dan berpegang teguh pada etika profesi. ‘’Sebagai seorang nakes, mereka harus mengabdi secara maksimal,’’ kata Ketua STIKes BHM Madiun Zaenal Abidin selepas sumpah profesi di lantai IV Gedung STIKes BHM.

Sebelum terjun ke dunia pelayanan medis, 188 lulusan STIKes BHM Madiun harus mengikuti sejumlah tahapan. Salah satunya menjalani sumpah profesi yang menjadi agenda wajib sebelum memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. ‘’Sumpah profesi tidak bisa dilakukan secara online. Para peserta harus hadir dan mengikuti seluruh prosesi sumpah. Kami berharap mereka bekerja dengan integritas dan keprofesionalan yang tinggi,’’ ujarnya.

Karena berlangsung secara tatap muka, pelantikan dan sumpah profesi tersebut dilaksanakan selama tiga hari (5-7 Oktober). Dalam kegiatan ini, pihak panitia menerapkan protokol kesehatan. Peserta sumpah profesi wajib memakai masker dan face shield, mengecek suhu tubuh, menjaga jarak aman, serta mencuci tangan dengan sabun sebelum memasuki ruangan. Pun tidak menciptakan kerumunan. ”Pelaksanaannya juga dibatasi hanya berlangsung selama tiga jam,” terang Zaenal.

Sumpah profesi ini dilakukan di depan Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Timur, Lestari. Pelantikan dan angkat sumpah ini menjadi syarat wajib bagi nakes mendapatkan surat tanda registrasi (STR). Nantinya STR akan diterbitkan bila nakes sudah melaksanakan angkat sumpah dan lulus uji kompetensi. ”STR merupakan bukti bahwa nakes siap mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh kemanusiaan,” jelasnya.

Ketua IBI Jatim Lestari menambahkan, sumpah dan janji nakes harus selalu dijunjung tinggi. Pasalnya, etika seorang nakes adalah hal terpenting saat berhubungan dengan pasien. ”Selalu berpegang teguh pada etika profesi. Nakes adalah ujung tombak pelayanan kesehatan pada masyarakat. Ke depan banyak tantangan yang harus dihadapi,” ujarnya. (fit/c1/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close