Pacitan

18 Persen Balita di Pacitan Alami Masalah Stunting

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Problem stunting masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Pacitan. Tahun lalu, tercatat 18 persen balita terhambat proses tumbuh kembangnya.

Kepala BKBPP P2 Pacitan Hendra Purwaka memastikan kabupaten ini belum terkategori daerah stunting meski banyak anak terlambat tumbuh kembangnya. Sebab, persentasenya masih di bawah 20 persen. ‘’Memang ada stunting di Pacitan, tapi persentasenya tidak seberapa. Di setiap daerah pasti ada, bahkan di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta,’’ ujarnya, Senin (27/9).

Dari persentase 18 persen itu, Hendra memerinci ada beberapa kecamatan yang menjadi pusat stunting di kabupaten ini. Rata-rata per kecamatannya itu ada yang di atas 20 persen. Seperti Bandar, Tulakan, hingga Tegalombo. Kecamatan lainnya juga tak luput dari stunting meski persentasenya jauh lebih rendah. ‘’Jadi, stunting ini nyaris merata, walaupun jumlahnya setiap wilayah berbeda-beda. Ada yang sedikit, ada pula yang banyak,’’ paparnya.

Hendra berharap setiap calon orang tua sudi mencegah potensi stunting. Dengan memperhatikan asupan gizi yang seimbang sejak anak masih dikandung badan. ‘’Stunting juga bisa dipicu faktor genetik. Tapi, itu bisa ditekan dengan memperbaiki pola makan dan gizi yang seimbang,’’ tandasnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button