MadiunPeristiwa

1,8 Hektare Hutan Jati Hangus, Kebakaran Dipicu Puntung Rokok

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebagian lahan hutan di Desa Petung, Kecamatan Saradan, memerah. Setelah nyala api makin meluas dan membakar dedaunan kering yang ada di hutan tersebut Senin (2/9).

Anggota BKPH Saradan Imam Sarono mengatakan, kebakaran lahan hutan itu sempat berhasil dipadamkan. Sekalipun lahan seluas 1,8 hektare sudah telanjur hangus dilahap si jago merah. Namun, tak berselang lama, bagian lahan lain kembali muncul nyala api. ‘’Kami terjunkan satu unit mobil tangki berisi air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut,’’ katanya.

Imam mengungkapkan, karhutla itu dipicu kelalaian manusia. Seperti membuang puntung rokok sembarangan di hutan. Sehingga memicu munculnya api dan menyambar dedaunan pohon jati kering yang berjatuhan di tanah. ‘’Dari hasil penilaian kami, titik api berasal dari puntung rokok,’’ ujarnya.

Proses pemadaman karhutla itu sempat terkendala medan. Titik api yang ada di pelosok hutan membuat mobil tangki berisi air dari BKPH Saradan sulit menjangkaunya.

Imam menambahkan, dampak lain dari karhutla juga dapat mengancam pertumbuhan ratusan pohon jati. ‘’Jadi, kalau kebakaran terjadi di area pohon tua justru tidak menyebabkan mati. Karena yang akan mati hanya tunas barunya,’’ jelasnya.

Dia meminta bantuan dari lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) untuk mengawasi hutan lindung dari bahaya karhutla. Dengan begitu, kebutuhan akan oksigen bisa tetap terjaga. ‘’Sudah ada undang-undangnya yang mengatur tentang hutan lindung beserta sanksi jika kedapatan ada yang sengaja merusak,’’ terang Imam. (mgc/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button