Ngawi

162 Orang Tewas Direnggut AIDS

NGAWI – Angka penderita HIV/AIDS di Bumi Orek-Orek terus bertambah. Sepanjang 17 tahun terakhir, tercatat 586 orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dari jumlah tersebut, 162 di antaranya meninggal. Selebihnya masih berjuang menjalani sisa hidup hingga kini. ‘’Hubungan seks menjadi faktor penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Ngawi,’’ kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Djaswadi kemarin (15/2).

Catatan Dinkes Ngawi, pada 2012 hanya ada seorang ODHA. Seiring berjalannya waktu, jumlahnya terus bertambah hingga mencapai ratusan. Selama 2018 lalu, tercatat ada 94 ODHA baru. ‘’Sejak ditemukannya HIV/AIDS pada 2002, sampai akhir 2018 ada sebanyak 305 ODHA pria dan 281 perempuan,’’ ungkapnya.

Ratusan ODHA tersebut berasal dari berbagai kalangan usia dan status sosial. Mulai buruh, pelajar, TNI/Polri, PNS, hingga sopir. ‘’Jenis pekerjaan penyumbang tertinggi ODHA adalah karyawan swasta dengan total 245 penderita. Posisi kedua ibu rumah tangga sebanyak 150,’’ paparnya.

ODHA di Ngawi, lanjut Djaswadi, tersebar di 19 kecamatan. Terbanyak di wilayah Paron. Dari dua puskesmas di kecamatan setempat, tercatat sebanyak 84 ODHA. Disusul Widodaren (68), Ngawi (52), Kedunggalar (46), dan Kendal (38).

Djaswadi menambahkan, untuk memutus mata rantai HIV/AIDS, pihaknya getol melakukan sosialisasi seputar penyakit mematikan tersebut. ‘’Setidaknya 90 persen ODHA diberi minum ARV (antiretroviral, Red),’’ pungkasnya. (mg8/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button