AdvertorialMadiun

16 Tahun RSUD Kota Madiun Melayani Setulus Hati

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – RSUD Kota Madiun senantiasa terikat janji pengabdian untuk melayani setulus hati. Komitmen itu telah berjalan selama enam belas tahun terakhir. Sejak dibangun kali pertama 2004 silam, rumah sakit milik Pemkot Madiun itu terus melakukan pembenahan demi memaksimalkan pelayanan.

Di masa pandemi ini, peringatan ulang tahun ke-16 itu dirayakan secara sederhana. Pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Madiun Maidi bersama Wawali Inda Raya, dan Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra serta direktur RSUD Kota Madiun. Saat tumpengan berlangsung, seluruh karyawan dan tenaga medis (nakes) berada di ruangnya masing-masing. Mereka cukup menyaksikan prosesi tasyakuran itu melalui aplikasi Zoom. Tersemat doa dan harapan bagi seluruh karyawan dan nakes agar senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi wabah Covid-19 ini.

Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi menyatakan siap menyediakan tenaga medis dan fasilitas ala rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Tim medis khusus yang disiapkan terdiri dua dokter spesialis paru dan perawat. ‘’Semua pasien kami berikan penanganan darurat,’’ kata Agus.

Fasilitas setara dengan rumah sakit rujukan turut disiapkan. Yakni, 12 ruang observasi dan dua ruang isolasi bertekanan negatif. Komitmen itu diikuti dengan langkah prosedur pelayanan pencegahan Covid-19. Seluruh karyawan rumah sakit mulai cleaning service (CS), penjaga loket, nakes, hingga seluruh petugas disiapkan mengenakan alat pelindung diri (APD). Agus pun tak segan turun keliling ruangan untuk memastikan seluruh prosedur telah dilaksanakan dengan baik. ‘’Objek kami saat ini tidak hanya melindungi pasien tapi juga seluruh warga yang ada di rumah sakit,’’ ujarnya.

Perayaan ultah ke-16 ini sengaja dihelat secara sederhana. Demi mengindahkan imbauan physical distancing. Mulai olahraga dimulai hari Jumat lalu (17/4) untuk menjaga kebugaran tim medis. Terpenting, bukan perayaannya. Melainkan bagaimana komitmen menjaga marwah rumah sakit untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan. Rumah sakit tidak bisa menolak pasien yang datang. Karena itu, pihaknya memastikan seluruh pasien mendapatkan layanan terbaik. ‘’Tidak merayakan dengan fun giving. Tapi sekadarnya saja, tidak mewah dan peduli kepada masyarakat,’’ ungkapnya.

Tak dimungkiri, pandemi Covid-19 menimbulkan dampak kompleks. Mulai masalah sosial hingga kesehatan. Dia mewanti-wanti masyarakat senantiasa mengenakan masker, menerapkan physical distancing, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kebersihan. ‘’Semoga ujian ini lekas berakhir,’’ harapnya.

Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan, saat ini dunia kesehatan sedang menghadapi ujian. Diuji kesabarannya, keahliannya, dan semangatnya dalam menghadapi pasien di masa pandemi ini.  Maidi terus menyuntikkan semangat dan apresiasi sebagai bentuk dukungan kepada nakes yang saat ini berjuang di garda terdepan. ‘’Di momen ulang tahun ini, RSUD Kota Madiun dan seluruh nakes sedang menghadapi ujian berat,’’ kata Maidi.

Meski perayaan ulang tahun sangat sederhana, Maidi memandang perayaan kali ini sangat bermakna. Bentuk dukungan itu juga diwujudkan melalui ketersediaan APD bagi nakes yang dipastikan terpenuhi. Sehingga nakes semakin percaya diri, profesional, meskipun diakuinya nakes menjadi orang paling berisiko tinggi. ‘’Kami apresiasi tim medis, mudahan-mudahan badai korona ini cepat berlalu,’’ harapnya.

Acara dipungkasi dengan membagikan bingkisan ke pasien rawat jalan yang sedang mengantre di loket. Wali kota, wawali, dan ketua DPRD Kota Madiun serta direktur turut membagikan bingkisan tersebut. ‘’Jadikan cobaan di masa pandemi ini sebagai ladang ibadah,’’ ucapnya. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close