Madiun

15 “Teroris” Dibekuk TNI di Hotel Amaris

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Belasan teroris merangsek masuk ke lantai dua Hotel Amaris Kota Madiun pukul 09.00 Jumat (2/8). Sedikitnya 15 orang bersenjata laras panjang mengejutkan seluruh pengunjung dan karyawan yang tengah beraktivitas.

Dari luar terdengar tembakan berulang kali. Beberapa yang lain bersenjata lengkap berdiri di luar gedung. Mereka tampak mengawasi keadaan usai melumpuhkan satpam. Sementara itu, teroris yang ada di lantai dua langsung menyandera satu karyawan. Pengunjung yang ada di lantai tersebut merunduk di kolong meja.

Selang beberapa menit, bunyi sirine dari mobil aparat keamanan mengaung di sepanjang jalan depan hotel. Diikuti mobil separatis antiteror yang mengangkut sedikitnya 21 prajurit Batalyon Infanteri Para Raider 501 Bajra Yuda Kota Madiun. Prajurit segera mengambil formasi. ‘’Misi kali ini adalah penyelamatan tawanan teroris,’’ kata koordinator materi raider (pembebasan tawanan teroris) Serka Budi Cahyono.

Prajurit terlibat baku tembak dengan para teroris yang ada di luar. Usai dilumpuhkan, beberapa prajurit masuk hotel menuju lantai dua. Prajurit lainnya berjaga di luar mengantisipasi adanya serangan teroris susulan. ‘’Tawanan disekap teroris di lantai dua, pasukan sigap menyelamatkan,’’ lanjutnya.

Dalam hitungan detik, prajurit di lantai dua berhasil menembak para teroris. Seorang yang menjadi tawanan segera diselamatkan. Tawanan dibawa ke mobil ambulans yang menanti di luar gedung sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. ‘’Harus cepat, tepat, dan sigap,’’ ungkap Budi.

Itulah situasi mencengangkan yang terlihat saat para raider 501 Bajra Yuda menjalankan latihan pemeliharaan raider. Latihan rutin yang digelar tiga kali dalam setahun itu membawa misi pembebasan tawanan teroris. Prajurit harus menjalankan misi itu dalam waktu yang cepat. Dalam latihan kali ini, prajurit mencatatkan waktu tiga menit. ‘’Dalam rangka menjaga NKRI,’’ katanya.

Latihan itu diselenggarakan untuk melatih kemampuan prajurit. Sehingga para raider dapat melaksanakan tugas dengan profesional. Selain itu, sebagai antisipasi ketika menghadapi serangan teroris. ‘’Setelah latihan pemeliharaan raider, ada tahapan latihan pemantaban raider,’’ terangnya.

Budi membeberkan, sedikitnya 36 personel dilibatkan dalam demonstrasi aplikasi raider pembebasan tawanan itu. Perinciannya, 15 personel berperan sebagai teroris dan 21 prajurit sebagai tim penyelamat. ‘’Semoga prajurit yang terlatih semakin bisa meningkatkan kemampuan,’’ harapnya.

Manajer Hotel Amaris Dedi Laksana Candra mengaku terkejut dengan demonstrasi itu. Meskipun sebenarnya telah ada koordinasi tentang adanya latihan perdana yang diadakan di hotel tersebut. ‘’Intinya kami memfasilitasi untuk simulasi dan latihan. Agak kaget, yang disandera memang kebetulan ulang tahun, jadi kado kejutan,’’ ungkap Dedi. (mg7/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button