Ponorogo

15 Kecamatan di Ponorogo Potensi Tinggi Bencana Banjir

Hanya Enam Desa Berstatus Destana

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo   – Bencana banjir mengintai sebagain besar wilayah Ponorogo. Data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (NMKG) Jatim merilis 15 kecamatan terdeteksi kategori tinggi. ‘’Data yang kami peroleh sebulan lalu ini jadi pegangan kami,’’ kata Kabid Logistik dan Kedaruratan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Setyo Budiono Minggu (17/11).

Menurut Budi, data itu berlaku sampai 2020 mendatang. Untuk itu BPBD Ponorogo terus meningkatkan kewaspadaan. Juga menyiapkan sarana prasaana maupun sumber daya manusia (SDM) untuk mengantisipasinya. ‘’Masuk skala prioritas. Tentunya wilayah yang sudah terpetakan ini secara khusus diawasi,’’ ujarnya.

Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan. Berkaca dari banjir yang melanda wilayah Kecamatan Ponorogo beberapa waktu lalu. Ada gangguan teknis early warning system (EWS) akibat kotor. Sehingga, perlu koordinasi dengan pihak terkait memastikan EWS berfungsi dengan baik. ‘’Musim kemarau  kondisi sungai tercemar sampah. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan sungai,’’ pintanya.

Data BMKG juga merilis sejunlah bencana lain. Yakni, tanah longsor, cuaca eksrem, karhutla, kekeringan, wabah penyakit, dan gempa bumi. Namun, semua bencana itu masuk kategori sedang. Kateogori tinggi tanah longsor dan banjir.

Januari-Februari 2020 puncak musim penghujan. Hujan intensitas tinggi  harus jadi perhatian bersama. Terlebih, enam desa di enam kecamatan telah berstatus destana (desa tangguh bencana) harus lebih siaga. Yakni Tugurejo, Slahung; Dayakan, Badegan; Maguwan, Sambit; Banaran, Pulung, juga Sooko dan Sawoo. ‘’Menyesuaikan anggaran, tahun depan wilayah destana akan diperluas,’’ jelasnya. (dil/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close