Magetan

14 Anggota DPRD Magetan Bolos Paripurna

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kedisiplinan anggota DPRD Magetan 2019–2024 perlu dipertanyakan. Sebanyak 14 dari 45 wakil rakyat absen dalam rapat paripurna penyampaian pengantar nota keuangan rancangan APBD (R-APBD) 2020 Kamis (10/10). Meski rapat paripurna perdana anggota dewan anyar itu dinyatakan kuorum, Ketua DPRD Magetan Sujatno sulit menyembunyikan rasa kekecewaannya. ‘’Rapat memang sah memenuhi dua per tiga jumlah anggota, tapi dari sisi kehadiran minus,’’ katanya.

Tidak terlihat batang hidung para anggota dewan pemilik kursi deretan belakang. Bahkan, tiga anggota baru tiba di ruang rapat di lantai tiga Pahlawan 1 –sebutan gedung DPRD Magetan– kala Bupati Suprawoto hampir selesai membacakan nota keuangannya. ‘’Seharusnya bisa hadir karena rapat paripurna perdana,’’ sesal politikus PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.

Sujatno menekankan bahwa tugas dewan tidak lain menyejahterakan rakyat. Salah satu upaya merealisasikan adalah dengan mengikuti rapat yang membahas hajat orang banyak. Karenanya, kehadiran penting sekali. Para anggota dewan yang suka membolos akan didisiplinkan. Kepercayaan yang sudah diberikan tidak boleh disia-siakan. Selagi masih awal, sejawatnya bakal diingatkan. ‘’Kami dorong teman-teman ini masuk,’’ janjinya.

Anggota dewan yang membolos di-handle badan kehormatan (BK). Sanksi bakal diberikan. Jenis hukuman disesuaikan keputusan bersama. Juga ketentuan dari masing-masing fraksi anggota terkait. Sayangnya, sanksi belum bisa diberikan untuk belasan anggota dewan indisipliner kemarin. Sebab, tata tertib (tatib) masih proses penyempurnaan. ‘’Saat ini pembentukan pansus penyempurnaan tatib baru,’’ tutur Sujatno.

Dia menjelaskan, tatib belum kelar karena pembahasannya bersamaan agenda lainnya. Seperti merampungkan pembahasan kode etik, tata beracara, hingga pembahasan RAPBD 2020. ‘’Kami maraton rapat,’’ tandasnya. (bel/c1/cor)

Target PAD 2020 Rp 211 Miliar

PROYEKSI pendapatan APBD Magetan 2020 Rp 1,59 triliun. Sedangkan belanja daerah Rp 1,62 triliun. Gambaran kekuatan tersebut belum definitif. Pemkab masih menunggu kepastian kucuran dana transfer pemerintah pusat. ‘’Masih menunggu kepastian,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Kang Woto –sapaan akrab Suprawoto– menyebut bahwa pihaknya menggunakan asumsi alokasi pada APBD 2019 untuk mengisi pos yang belum teranggarkan itu. Sembari menunggu jatah yang dikucurkan pusat. Angkanya diperkirakan tidak terlalu selisih banyak. ‘’Defisit jangan sampai tinggi, tidak sehat,’’ ujarnya.

Dengan porsi pendapatan terbatas, Kang Woto putar otak mengelola. Seluruh sektor harus teraliri duit. Skala prioritas diterapkan agar pembangunan berjalan maksimal. Berpedoman pada KUA-PPAS dan RKPD. ‘’Skala prioritas masih untuk pelayanan publik,’’ tuturnya.

Kang Woto menyebut, pendapatan asli daerah (PAD) ditarget Rp 211,8 miliar. Tidak dimungkiri angka itu sangat kecil. Di sisi lain, terdapat peningkatan kebutuhan belanja. Optimalisasi bakal dilakukan untuk mengerek angkanya. Juga penyempurnaan perda serta perbup tentang pajak dan retribusi daerah. ‘’Intensifikasi dan ekstensifikasi hingga sosialisasi pajak daerah dimaksimalkan,’’ kata mantan sekjen Kemenkominfo tersebut.

Kang Woto menilai wajar angka dana transfer belum ditetapkan. Sebab, pusat banyak pedoman untuk menentukan alokasinya ke daerah. Seperti inflasi dan perkembangan ekonomi. ‘’Rentetannya sangat panjang,’’ ujarnya.

(bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close