Mejayan

133 Ha Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorologi

CARUBAN, Jawa Pos Radar Caruban – Banjir berdampak pada sektor pertanian. Sekitar 133 hektare (ha) sawah terendam. Efeknya, para petani di sejumlah wilayah terdampak bencana hidrometeorologi itu merugi.

Pantauan Jawa Pos Radar Caruban menyebutkan, terlihat hamparan 86 ha sawah di Desa Garon, Kecamatan Balerejo rusak. Tanaman padi yang siap panen itu sebelumnya tergenang air hasil luapan dari Sungai Jeroan. Saluran irigasi yang biasanya airnya menuju sungai berbalik arah ke sawah petani. Sebab, volume saluran irigasi sawah tersebut lebih rendah daripada sungai.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Sumanto menyatakan, lahan pertanian yang paling parah terdampak banjir ada di Balerejo. Di wilayah tersebut 86 ha sawah terendam banjir. Kemudian 33 ha di Kecamatan Madiun, sembilan ha di Pilangkenceng, dan lima ha di Sawahan. ‘’Ratusan hektare lahan terdampak itu merupakan lahan dengan padi berbagai umur,’’ katanya, Rabu (15/4).

Misalnya di Kecamatan Madiun dan Balerejo. Tanaman padi di dua wilayah tersebut mendekati masa panen. Usia padi sudah 75–90 hari setelah tanam (HST). Meski demikian, Manto menyebut persoalan itu tidak sampai mempengaruhi produksi padi daerah. ‘’Yang sudah masuk masa panen agar segera dipanen,’’ saran Manto.

Kendati begitu dimungkinkan ada sejumlah petani yang hasil panen padinya tidak sebagus biasanya. Karena tanaman mereka terimbas lumpur yang terbawa banjir. Manto menyebut kondisi itu otomatis menurunkan kualitas padi. ‘’Tapi bisa diatasi dengan membersihkan lumpur sisa banjir yang mengenai padi siap panen,’’ terangnya.

Sebagai langkah percepatan penanganan dampak banjir pada lahan sawah, Manto mengaku sudah menugasi penyuluh pertanian ke lokasi terdampak. Mereka diminta menyosialisasikan pembersihan sisa banjir kepada kelompok tani. ‘’Yang masih menunggu (masa panen) beberapa hari agar dibersihkan lumpur sisa banjir supaya tidak mempengaruhi kualitas padi,’’ pungkasnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close