Madiun

131 Hektare Sawah Diserang Wereng

Disperta Sebut Belum Ada Kerusakan Berat

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Hama wereng menyerang 131 hektare lahan padi di Kabupaten Madiun. Tidak ada kecamatan yang lolos dari serangga pengisap cairan tumbuhan tersebut. ‘’Tersebar di semua wilayah kecamatan,’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo Selasa (4/8).

Disperta mengklasifikasikan dampak serangan wereng pada musim kemarau (MK) I ini menjadi dua jenis. Mendasar tingkat penurunan hasil panen per Juli. Yakni, intensitas ringan seluas 118 hektare. Potensi gagal panen di rentang 10–20 persen per kepemilikan lahan padi.

Lalu, potensi penurunan hasil panen 40 persen untuk intensitas sedang. Area yang terdampak seluas 13 hektare. ‘’Kami belum dapat laporan untuk intensitas berat dalam skala kepemilikan lahan,’’ ujarnya.

Sodik menyebut, luas lahan tanam padi 31.822 hektare pada MK I. Artinya, hanya 0,5 persen total lahan tanam yang diserang wereng. Serangan wereng kali ini bersifat sporadis. Bila dipersentasekan per kepemilikan lahan, pihaknya menduga tidak ada kasus serangan intensitas berat. ‘’Untuk produktivitas padi, penurunannya tidak signifikan,’’ tuturnya.

Sodik memerinci empat kecamatan terluas yang diserang wereng. Yakni, Kecamatan Madiun 38 hektare, Balerejo (17 hektare), Dagangan (16 hektare), dan Wungu (11 hektare). Upaya pengendalian hama wereng telah dilakukan. Mulai meningkatkan penyuluhan, sosialisasi, hingga pemberian bantuan pestisida.

Pihaknya menyarankan para petani segera memanen tanaman jika sudah mendekati usia panen. ‘’Rata-rata padi yang terserang umur 60-80 hari,’’ ungkap mantan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan tersebut. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close