Ponorogo

13.723 Pemudik Pulang ke Ponorogo Wajib Isolasi Mandiri atau di Tempat yang Disediakan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Gelombang pemudik terus meningkat masuk ke Ponorogo. Selain memilih menjalani isolasi mandiri di rumah, sebagian diantaranya diisolasi di tempat-tempat yang disediakan pemerintah desa. Seperti terlihat di Nglayang, Jenangan, kemarin (20/4). Warga yang mudik ke desa tersebut diminta memilih opsi isolasi. ‘’Kalau tidak tertib menjalani isolasi, akan ada tindakan tegas,’’ ujar Kades Nglayang Pujo Purnomo.

Di desa Pujo kemarin, baru ada satu orang yang datang dari luar kota. Pihaknya sudah bersiap jika ada orang yang mudik ke Nglayang. Siapapun diminta untuk melapor terlebih dahulu ke posko pencegahan Covid-19 di desa setempat. Lalu, diminta membuat surat pernyataan untuk tertib menjalani isolasi. ‘’Kami sebenarnya sudah mengimbau untuk tidak mudik. Tapi kalau memang memaksa, maka harus memilih isolasi mandiri atau di tempat yang disediakan,’’ sebutnya.

Meski pemudik di Nglayang baru satu orang, angka pemudik yang telah masuk ke Bumi Reyog ternyata cukup besar. Hingga kemarin, sudah ada 13.723 warga yang pulang ke kampung halaman di Bumi Reyog. Data tersebut disampaikan Bupati Ipong Muchlissoni saat rapat paripurna di DPRD. ‘’Walaupun sudah ada imbauan untuk tidak mudik, sampai hari ini (kemarin) masih banyak yang mudik,’’ kata dia.

Dari 13.723 pemudik, Ipong menyebut sebanyak 5.700 orang diantaranya sudah lulus dari masa isolasi selama 14 hari. Sementara sisanya masih menjalani isolasi mandiri maupun di tempat-tempat yang disediakan desa atau kelurahan. Ipong khawatir jumlah pemudik akan meningkat seiring ramadan yang akan segera tiba. ‘’Kita semua berharap pemudik yang datang ke Ponorogo tidak akan terus meningkat menjelang ramadan. Karena mereka berpotensi memunculkan transmisi lokal baru,’’ bebernya.

Ipong meminta pemudik untuk kooperatif, tertib menjalani isolasi mandiri. Sebab dari laporan yang dia terima selama dua pekan terakhir, ada beberapa pemudik yang membandel. Seharusnya tidak keluar rumah selama 14 hari, tapi tiba-tiba keluar rumah. Apalagi tanpa ada kepentingan yang mendesak. ‘’Misalnya saja pergi ke warung. Ini kami sudah meminta bantuan kepolisian dan TNI untuk mengamankan setiap pemudik yang keluar rumah selama isolasi mandiri. Nanti mereka akan dipindah ke tempat isolasi yang itu tidak nyaman,’’ tegasnya. (naz)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close