Magetan

124 Santri Malaysia Dipulangkan

Diangkut 11 Armada via Bandara Juanda

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sebanyak 124 santri asal Malaysia yang menimba ilmu di Ponpes Al Fatah, Temboro, Karas, dipulangkan ke negaranya Senin (27/4). Sebelum dipulangkan, mereka sudah menjalani rapid test dan hasilnya nonreaktif.

Para santri meninggalkan kawasan ponpes tersebut paling akhir pukul 15.00, menyesuaikan jadwal penerbangan. Sebanyak 11 bus disiapkan untuk mengangkut ratusan santri itu menuju Bandara Internasional Juanda. Perinciannya, 10 bus untuk penumpang dan satu khusus bermuatan barang.

Dalam satu bus maksimal diisi 16 penumpang. Hal itu sesuai protokol kesehatan yang mewajibkan para santri menjaga jarak satu sama lain selama dalam perjalanan. ‘’Ada pendamping yang mengantar sampai bandara dan dikawal langsung petugas Polda Jatim,’’ kata Jubir Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan Saif Muchlissun.

Muchlis –sapaan Saif Muchlissun- menuturkan, para santri itu sejatinya tidak berniat meninggalkan ponpes. Namun, pihak pemerintah Malaysia menginginkan agar mereka pulang kampung. Kemudian, Kedubes Malaysia memfasilitasi pemulangan mereka.

Meski rapid test menunjukkan hasil nonreaktif, lanjut dia, para santri itu akan menjalani pemeriksaan ulang di Malaysia untuk memastikan kondisinya. ‘’Alhamdulillah pemulangannya berjalan lancar, semoga sisanya juga demikian,’’ harapnya.

Muchlis mengatakan, saat ini masih ada sekitar 2 ribu santri dari dalam dan luar negeri yang masih tinggal di ponpes. Sesuai kesepakatan, hanya yang dalam kondisi sehat dan sudah mendapatkan tiket yang diperbolehkan pulang. ‘’Kasihan kalau belum dapat tiket tapi sudah dipulangkan. Bisa keleleran di mana-mana, malah bahaya,’’ tuturnya.

Sementara itu, 16 santri yang dinyatakan positif Covid-19 hingga kini masih ditempatkan di ruang isolasi yang sudah disiapkan pihak ponpes. Mereka tidak dirawat di RSUD dr Sayidiman sebagai rumah sakit rujukan. Hal itu lantaran tidak mengalami gejala terpapar virus korona alias orang tanpa gelaja (OTG). Meski begitu, tetap dalam pemantauan petugas medis. ‘’Mereka masih diisolasi dan kami pastikan kondisinya sehat,’’ tegasnya.

Muchlis menyebut, pasien yang dirawat di RSUD hanya yang menunjukkan gejala sedang, berat, dan kritis. Jika hanya mengalami gejala ringan dan tanpa gejala cukup menjalani isolasi mandiri. Namun, ruangan yang digunakan tetap harus sesuai standar. ‘’Salah satunya harus sudah disemprot disinfektan dan diperlakukan sesuai protokol kesehatan,’’ pungkasnya. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close