Madiun

12 Tahun Siti Rochayani Sukarela Mengajar Anak Kurang Mampu

Banyak cerita didapat Siti Rochayani selama 12 tahun menjadi pengajar sukarela di desanya. Sudah puluhan anak berlatar kurang mampu dibimbing belajar matematika, bahasa, hingga mengaji. Paling tinggi hanya dibayar Rp 100 ribu sebulan. Bahkan pernah dibayar dengan kerupuk.

SW. HANDAYANI, Jawa Pos Radar Caruban

SUARA lantunan ayat Alquran terdengar pelan dari dalam rumah Siti Rochayani. Sore itu, warga Dusun Cempo, Desa Doho, Kecamatan Dolopo, itu sedang mengajar lima anak mengaji. Rutinitas itu sudah dilakoni sejak 12 tahun terakhir. ‘’Saya hanya berniat membagikan ilmu yang saya miliki untuk anak-anak,’’ kata perempuan 49 tahun itu.
Siti sehari-hari mengajar di PAUD Insan Harapan 2 Doho. Di sela kesibukannya itu, dia mengajar sukarela untuk anak-anak di desanya sejak 2009 lalu. Mulanya dia tergerak mengajari anak mengaji lantaran banyak yang kurang fasih melantunkan ayat suci. ‘’Sejak saat itu saya mulai mengajar sukarela,’’ kenangnya.

Lambat laun Siti bersedia mengajar mata pelajaran lain. Seperti matematika, bahasa Indonesia, atau bahasa Inggris. Dia tak pernah mematok biaya. Sebab, mayoritas anak berlatar kurang mampu. Paling tinggi dibayar Rp 100 ribu sebulan. ‘’Selebihnya dibayar dalam bentuk lain. Bahkan ada yang tujuh bulan baru bayar pakai gula atau beras satu kilo,’’ ungkapnya.

Pengalaman paling berkesan baginya adalah dibayar dengan kerupuk setengah kilogram oleh orang tua anak didiknya Desember 2020 lalu. Dia memaklumi. Situasi ekonomi memang sulit bagi sebagian orang. ‘’Saya tidak pernah merasa lelah. Semoga ada pendidik yang bersedia ikut membantu mengajar anak-anak kekurangan,’’ harapnya. *(naz/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button