PendidikanPonorogo

12 SMAN di Ponorogo Tak Penuhi Pagu Siswa Baru

Empat Sekolah Terisi di Bawah 30 Persen

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sekolah menengah atas negeri (SMAN) di Ponorogo kesulitan mencari siswa baru. Hingga berakhirnya penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2020 akhir Juni lalu, hanya empat SMAN yang terpenuhi pagunya. ‘’Sisanya belum seratus persen,’’ kata Kasi SMA/SMK Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Eko Budi Santoso Minggu (5/7).

Empat SMAN itu adalah SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 Ponorogo, dan SMAN 1 Pulung. Sedangkan 12 sekolah lain belum terpenuhi. Bahkan dari belasan sekolah itu, empat sekolah di antaranya minim siswa. ‘’Rata-rata di bawah 30 persen,’’ ujarnya.

Empat sekolah dengan pagu terendah itu antara lain SMAN 1 Kauman, SMAN 1 Ngrayun, SMAN 1 Bungkal, dan SMAN 1 Sooko. Eko menyebut ada sejumlah faktor penyebabnya. Padahal, tak semua sekolah pinggiran. Bahkan, SMAN 1 Kauman cukup dekat di wilayah kota. ‘’Faktor paling utama memang kondisi wilayah. Sedangkan SMAN 1 Kauman dikepung sekolah-sekolah yang cukup besar. Antara lain SMAN 1 Badegan, SMKN 1 Badegan, dan SMAN Sampung,’’ bebernya.

Belum termasuk sekolah swasta dan madrasah aliyah (MA). Keberadaan sekolah swasta bonafit seperti SMA PGRI Somoroto dan SMK Sunan Kalijaga Sampung turut memengaruhi minimnya siswa di SMAN 1 Kauman. Imbas minimnya siswa, jam mengajar guru bakal terpengaruh. ‘’Kondisi setiap tahun memang sering kekurangan pagu. Saat ini kami menunggu kebijakan pemprov,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close