Mejayan

12 Santri Ponpes Temboro asal Kabupaten Madiun Di-Rapid Test, Dua Reaktif

Tim Tracing Lakukan Tes Lanjutan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Penelusuran terhadap santri dari pondok pesantren (ponpes) di Temboro asal Kabupaten Madiun dilakukan dinas kesehatan (dinkes) setempat. Hingga Kamis (23/4) tracing masih berlangsung.

Di Puskesmas Mejayan, misalnya. Mereka mendata ada 12 santri dari Temboro hasil rujukan puskesmas lain. Meliputi empat santri hasil tracing Puskesmas Klecorejo dan lima dari Puskesmas Wonoasri. Serta masing-masing satu santri hasil penelusuran Puskesmas Sumbersari, Saradan, dan Mejayan.

Seluruh santri itu kemudian dilakukan rapid test. Hasilnya, dua reaktif. Mereka lantas diwajibkan mengikuti tes lanjutan berupa swab test. Tak hanya itu, untuk sementara mereka diisolasi di RSUD Caruban. Sedangkan lainnya yang nonreakitf diminta karantina mandiri.

Kepala Puskesmas Mejayan Lilik Pujirestini menyebut bahwa hasil pemeriksaan rapid test itu bukan diagnosis. Namun, sebatas skrining. Karena itu, perlu dilakukan tes lanjutan. Dengan begitu, bisa diketahui apakah santri tersebut positif korona atau tidak. ‘’Masih perlu tindak lanjut lagi untuk memastikan,’’ kata Lilik.

Meski demikian, dia berharap hasil swab test dinyatakan negatif. Di sisi lain, pihaknya tetap akan memantau para santri dari Temboro yang hasil tes cepatnya nonreaktif. Karena mereka berpotensi masuk dalam klasifikasi orang tanpa gejala (OTG). ‘’Karena ini masalah virus, bisa saja saat rapid test nonreaktif, tapi ketika di-swab hasilnya positif. Jadi, tergantung kadar antibodinya. Dan, ketika datang ke sini mereka kondisinya sehat. Tidak ada yang sakit,’’ beber Lilik. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close