Madiun

12 Pelanggar Prokes di Kabupaten Madiun Disanksi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sanski pelanggar aturan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dipertegas. Tujuan utamanya, memutus rantai penularan Covid-19. Pun, agar rumah sakit rujukan tak dipenuhi pasien korona. ‘’Setelah tiga hari awal PPKM darurat masyarakat diberi penjelasan, hari ini penegakan. Yang melanggar ditindak,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Kamis (8/7).

Penegakan aturan PPKM darurat ditandai dengan operasi yustisi di kawasan Pasar Pagotan, Geger, kemarin. Sejumlah unsur dilibatkan lantaran pelanggar langsung disanksi di tempat. Hasilnya, 12 pelanggar terjaring. Ada yang memilih sanksi sosial dan ada juga denda administrasi. Salah seorang pelanggar terdeteksi reaktif hasil pemeriksaan medis di lokasi. ‘’Yang reaktif ditindaklanjuti puskesmas,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan bupati.

Kaji Mbing mengatakan, kesadaran masyarakat menjalankan protokol kesehatan (prokes) selama PPKM darurat ada peningkatan. Namun, masih ada saja masyarakat yang enggan mengenakan masker. ‘’Tidak pakai masker itu bukan hanya berdampak pada kesehatan, efek berikutnya mengakibatkan ekonomi rusak dan membahayakan orang lain,’’ ungkapnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button