Magetan

12.023 Jiwa Alami Krisis Air Bersih

Distribusi Andalkan Bansos dari Warga

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sempat dihentikan, proses distribusi air bersih kembali dilanjutkan oleh BPBD Magetan. Karena belum semua sumur warga di sejumlah desa kembali normal sampai dengan Selasa (26/11). ‘’Ini (air bersih, Red) penyaluran bantuan sosial (bansos) dari masyarakat,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santosa.

Pihaknya mencatat musim kemarau tahun ini berdampak pada 12.023 jiwa di 11 desa dan tiga kecamatan. Empat armada dikerahkan untuk mengirimkan bantuan air bersih bagi mereka yang masih mengalami kekeringan. Total air bersih yang didistribusikan sebanyak 130.800 liter. ‘’Itu sudah termasuk distribusi air bersih ke Desa Trosono, Kuwon, Karas, Sayutan, dan Mategal. Penyaluran sampai malam kalau menggunakan truk dari BPBD saja,’’ ujarnya.

Adapun krisis air bersih terparah dialami oleh warga Kecamatan Parang. Karena tidak semua warga di wilayah itu terdaftar sebagai pelanggan PDAM. Serta beberapa rumah penduduk belum mempunyai fasilitas pamsimas atau galian sumur dalam. ‘’Ada beberapa warga yang tidak mampu. Sehingga butuh dropping air bersih,’’ tutur Ari.

Berbeda dengan Desa Kuwon. Proyek sumur dalam di desa itu sudah selesai. Hanya, sumur tersebut belum dapat difungsikan. Permasalahan serupa juga terjadi di Desa Karas. ‘’Kalau untuk Karas, proyek untuk sumur dalamnya segera dimulai,’’ ungkapnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close