Madiun

113 Hektare Terdampak Banjir Tak Dapat Asuransi

CARUBAN, Jawa Pos Radar Caruban – Para petani padi di Kabupaten Madiun yang tanamannya rusak akibat terendam banjir Selasa lalu (14/4) harus berbesar hati. Terutama yang mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP).

Dinas pertanian dan perikanan (disperta) setempat mengklaim kerusakannya belum termasuk kategori yang bisa mendapatkan ganti rugi. ‘’Persentasenya tidak mencapai 75 persen sebagai batas yang bisa diperhitungkan AUTP,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Kabupaten Madiun Sumanto Kamis (16/4).

Lahan padi yang terendam banjir mencapai 113 hektare. Tersebar 10 desa di empat kecamatan. Terparah di Kecamatan Balerejo dengan area terdampak 86 hektare (selengkapnya lihat grafis).

Manto, sapaan akrab Sumanto, menaksir penurunan produksi padi per satuan lahan petani sekitar 10 persen. Sedangkan untuk global turun di kisaran 100 ton. Prediksi tersebut mengacu hasil pendataan para petugas di lapangan. Juga usia memasuki panen tanaman yang berbeda-beda. ‘’Beberapa ada yang belum genap seminggu ditanam dan 1,5 hektare padi baru tanam, hanyut terbawa banjir,’’ ungkapnya.

Disperta meyakini banjir tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi padi. Hanya, kualitasnya menurun akibat terendam lumpur. Gabah setelah digiling akan berubah kekuning-kuningan. Disperta telah melaporkan persoalan itu ke Pemprov Jawa Timur. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu juga berjanji memberikan bantuan bibit padi sebagai pengganti tanaman yang rusak. ‘’Tahun ini dapat jatah bantuan bibit untuk 6 ribu hektare lahan,’’ sebut Manto. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button