Magetan

11 Lapak PKL Dibongkar

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Satpol PP dan Damkar Magetan membongkar 11 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Desa Pandeyan, Maospati, Selasa (3/3). Penertiban itu dilakukan setelah para pedagang tidak menggubris surat peringatan akhir bulan lalu bahwa dilarang berjualan di trotoar. ‘’Kami minta pedagang membongkar sendiri tapi tidak dilakukan. Akhirnya kami ambil tindakan,’’ kata Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi.

Korps penegak perda mengendus belasan lapak akan dibangun secara permanen. Lapak ditutup dengan seng. Mereka punya niatan mengalihfungsikan sarana yang menjadi haknya pejalan kaki. Selain lokasi yang salah, kegiatan jual-beli di sana juga belum mengantongi izin.  Melabrak Perda 3/2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. ‘’Tidak ada sisa trotoar sama sekali,’’ ujarnya.

Chanif mengatakan, pedagang sempat mengklaim bagian dari pasar desa setempat. Pengakuan itu terasa janggal. Sebab, pasar desa berjualan di lahan kas desa, bukan trotoar. Ketika dikroscek ke pemerintahan desa (pemdes) setempat, PKL tersebut bukan bagian dari pasar desa. Ketahuan jika tidak ada keterlibatan desa dengan PKL itu. ‘’Kami mengimbau pemdes untuk tetap mengawal para pelaku usaha. Jangan sampai menggunakan fasilitas umum tanpa ada izin dan menyalahi aturan,’’ tegasnya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button