Ngawi

11 Anak Punk Diciduk Satpol PP, Dihukum Keliling Jogging Track

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Wilayah belum terbebas dari keberadaan anak punk. Meski kerap digelar razia, masih saja ditemukan gerombolan remaja yang hobi menggelandang di jalanan itu. Pun, dini hari Kamis (25/7), petugas satpol PP menciduk 11 anak punk yang tengah mangkal di perempatan Jalan Siliwangi, Desa Jururejo, Ngawi.

Dari 11 anak punk yang sebagian penuh tato pada tubuhnya itu diketahui empat di antaranya bukan warga asli Ngawi. ‘’Yang dua dari Jombang,’’ kata Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Ngawi Irwan Budiarto.

Usai diamankan, 11 anak punk –dua di antaranya perempuan- itu dibawa petugas ke Alun-Alun Merdeka Ngawi. Selain dilakukan pendataan, mereka mendapat hukuman berupa lari 30 kali keliling jogging track, potong rambut, dan diminta mengaji.

Irwan menyebut, keberadaan anak punk itu melanggar aturan sekaligus meresahkan warga. Sebab, selain meminta-minta dan mengamen, mereka kadang mabuk-mabukan di sekitar lokasi mangkal. ‘’Sudah periksa semuanya. Selain aksesori, kami tidak menemukan benda membahayakan seperti senjata tajam dan sebagainya,’’ ungkapnya.

Sebagian dari anak punk yang terjaring razia dini hari tadi, kata Irwan, sebelumnya sudah pernah diamankan petugas. ‘’Kami akan serahkan ke dinas sosial untuk mendapat pembinaan intensif,’’ ujarnya. ‘’Dibanding tahun lalu, sebenarnya jumlahnya (anak punk) sudah banyak berkurang,’’ imbuhnya.

Keberadaan anak punk itu melanggar Perda Ngawi Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Ancaman sanksinya bisa berupa denda maksimal Rp 50 juta atau penjara tiga bulan. Meski begitu, pihaknya belum berpikir membawa masalah itu ke ranah hukum. ‘’Harapan kami setelah dibina di dinsos tidak lagi menggelandang di jalanan,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close