Pacitan

109 Anak Nikah di Bawah Umur

PACITANJawa Pos Radar Pacitan – Pernikahan dini menjadi salah satu pilihan warga Pacitan untuk keluar dari impitan ekonomi. Di sana remaja berani berumah tangga meski masih berusia belia. Berdasar catatan Pengadilan Agama (PA) Pacitan, ada 120 perkara pengajuan menikah dini sepanjang Januari–Juni 2020. Dari angka tersebut, 109 perkara di antaranya sudah diputus. ‘’Di bulan ini sudah ada dua perkara pengajuan nikah dini,’’ kata Ketua PA Pacitan Sumarwan.

Dia menyatakan, banyak faktor yang memicu tingginya kasus pernikahan dini di Pacitan. Salah satunya terjadi karena faktor ekonomi. Keputusan itu muncul dari orang tua. Pernikahan dini dianggap sebagai solusi untuk menghapus kemiskinan. ‘’Dalam perkara ini peran orang tua sangat berpengaruh,’’ ujarnya.

Alasan lainnya, orang tua ingin anaknya cepat mandiri. Padahal, orang tua tak pernah bertanya kepada anak tentang kesiapannya membangun rumah tangga. Dampaknya, anak menjadi korban. Ada pernikahan yang bubar meski usia pernikahan belum genap setahun. Pengantin perempuan pun harus menanggung malu karena perceraian. ‘’Faktor lainnya karena (anak) hamil dulu di luar nikah,’’ imbuh Sumarwan.

Selama ini, kampanye anti pernikahan dini terus digencarkan. Pihaknya mendorong seluruh stakeholder untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat. ‘’Karena masih di bawah umur, kesiapan untuk membangun rumah tangga secara umum dinilai masih belum siap,’’ terangnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close