AdvertorialMadiun

100 Persen Lulusan PPI Madiun Siap Kerja

Dorong Taruna Taruni Kreatif dan Inovatif

KOMITMEN Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun untuk menghasilkan lulusan siap kerja bukan sekadar isapan jempol. Ini dibuktikan dengan sistem pembelajaran yang lebih mengutamakan praktik dibandingkan materi. Praktikum mencapai 60 persen dan 40 persen sisanya untuk materi. ‘’Sebagai perguruan tinggi vokasi memang dituntut memberikan pratikum lebih besar. Ini bertujuan agar taruna tidak asing dengan dunia kerja,’’ ujar Wakil Direktur I PPI Madiun Septiana Widi Astuti.

PPI Madiun memiliki empat program studi (prodi), D3 Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian, D3 Teknologi Elektro Perkeretaapian, D3 Teknologi Mekanica Perkeretaapian dan D3 Managemen Transportasi Perkeretaapian. Keempat prodi tersebut dilengkapi laboratorium laiknya mini perkeretaapian (selengkapnya lihat grafis). ‘’Kelengkapannya tidak hanya sarana dan prasarana, kami juga menyediakan tenaga pengajar yang ahli di bidangnya. Para pengajar diberi diklat dalam dan luar negeri untuk memperdalam materi yang akan diberikan pada taruna-taruni,’’ jelasnya.

Direktur PPI Madiun Amirulloh mengatakan pihaknya juga selalu mereview kurikulum dan mencocokan dengan perusahaan yang akan menggunakan jasa dari lulusan PPI Madiun. Dalam meluluskan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan profesional, PPI Madiun menerapkan kedisiplinan dan sikap pantang menyerah ke taruna taruninya. ‘’Tingkat disiplin, etika, dan nilai religius sangat diterapkan di sini,’’ katanya.

Keberanian PPI untuk terus mereview kurikulum berbuah manis. Pasalnya untuk lulusan PPI angkatan pertama sampai ketiga sudah terserap di dunia kerja, baik pada operator perkeretaapian maupun regulator. ‘’Info terbaru 61 orang lulusan angkatan ke-IV telah diterima Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). Kami pastikan 100 persen lulusan PPI Madiun siap kerja,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, ratusan prestasi telah ditorehkan taruna-taruni PPI Madiun, baik akademik dan nonakademik. Prestasi terakhir yang diraih dari Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) 2020 yang berlangsung pada 23-24 Oktober. PPI Madiun mampu memborong semua juara dari peringkat satu, dua, hingga tiga dengan tema Harmoni Transportasi dalam Sistem Logistik Indonesia. ‘’Sudah tiga tahun berturut-turut kami memborong semua juaranya, kali ini di kategori Vocational Student Best Paper,’’ bebernya.

Amir-panggilan akrab Amirulloh terus memberikan tantangan bagi setiap taruna-taruni agar lebih kreatif dalam berinovasi. ‘’Karena perkembangan di dunia perkeretaapian ini sangat cepat,’’ jelasnya. (ti7/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button