Madiun

10 Kecamatan di Kabupaten Madiun Rawan Krisis Air Bersih

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Tidak hanya lahan pertanian yang kekeringan pada musim kemarau. Krisis air bersih juga berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Madiun. Hasil pemetaan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat menetapkan 10 kecamatan rawan bencana ini. ‘’Yaitu, Kecamatan Pilangkenceng, Saradan, Gemarang, Kare, Wungu, Dagangan, Dolopo, Kebonsari,  Geger, dan Balerejo,’’ kata Plt Kalaksana BPBD Kabupaten Madiun Suprianto Rabu (24/7).

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak terkait serta pemerintah kecamatan, terdapat beberapa wilayah langganan krisis air bersih setiap musim kemarau. Sehingga, memasuki bulan kedua musim kemarau ini, pihaknya menetapkan status siaga. Itu berdasarkan survei atas penyusutan volume air tiga waduk. ‘’Sejak 2016 hingga saat ini wilayah yang berpotensi krisis air bersih masih sama,’’ ungkapnya.

Suprianto menambahkan, status siaga itu untuk mengantisipasi permintaan dropping air bersih. Pihaknya pun berkoordinasi dengan PDAM setempat untuk menyiapkan air bersih. Sehingga, saat memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan bulan depan, pihaknya sudah siap dan bisa melakukan dropping. ‘’Saat ini belum ada pemintaan, tapi sudah kami siapkan,’’ jelasnya.

Dari 10 kecamatan tersebut, pihaknya akan fokus di daerah yang sering mengalami krisis air bersih. Menurut dia, saat ini pemkab juga sudah menambah sumur pompa air dalam di beberapa titik rawan kekeringan. Kendati begitu, dia mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghemat penggunaan air bersih.

Sebab, berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau tahun ini bisa lebih panjang dari waktu normal. Untuk mengantisipasi kekeringan tidak meluas, pihaknya mengharap petani lebih efisien bercocok tanam. ‘’Biasanya banyak petani memaksakan diri menanam padi saat musim kemarau,’’ pungkasnya. (mgc/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close