Zonasi Tak Sesuai, Ganti Dagangan di Luar Pendataan

87

PONOROGO – Boyongan ribuan pedagang dari tiga simpul pasar dimulai kemarin (2/1). Estimasi jumlah pedagang dari Pasar Legi Songgolangit serta pasar eks pengadilan dan stasiun meningkat. Semula 1.992 menjadi 2.026 pedagang. Tercecernya 34 pedagang itu terungkap sejak dilakukan verifikasi antara perhimpunan pedagang dan disperdakum.

Sejumlah persoalan baru turut mengemuka saat dimulai relokasi kemarin. Ada yang zonasinya tidak sesuai karena jenis dagangannya berganti. Lantaran pedagang terkait tidak hadir saat verifikasi. ‘’Semisal meracang yang berganti dagangan buah,’’ kata Sekretaris Perhimpunan Pedagang Pasar Legi Songgolangit Shenkli Fauzi kemarin (2/1).

Karena tidak terdata, otomatis penempatannya sesuai pendataan sebelumnya. Mau tidak mau, pedagang tetap menempati zonasi yang sudah ada saat ini. ‘’Terlepas dari komoditas dagangan yang berbeda dengan zonasi,’’ ujarnya.

Kekhawatiran kedua, lanjut Fauzi, munculnya perselisihan atas lokasi bedak. Karena itu, pihak perhimpunan memilih menjelaskan denah bedak sesuai nama lengkap dengan dicetak di banner besar. Tidak dituliskan di bedak-bedak. Fauzi khawatir pedagang dapat mengubah atau menghapus nama seseorang jika ditulis di bedak. Perselisihan juga rawan muncul dari komoditas warung di pasar legi yang batal diakomodir di sisi timur pasar sementara. ‘’Awalnya direncanakan di sana. Tapi, ditempatkan di los 4 dengan ukuran dua meter persegi. Karena kondisi di timur pasar yang tidak memungkinkan,’’ jelasnya.

Sebagaimana diketahui, los 4 sejatinya jatah ratusan pedagang pasar eks pengadilan dan stasiun. ‘’Yang penting (untuk proses relokasi ini) tertata dulu. Baru masalah lainnya kondisional,’’ tekannya.

Ditemui di lokasi, Kabid Penataan Pasar Disperdakum Ponorogo Fitri Nurcahyo mengklaim relokasi hari pertama relatif berlangsung lancar. Kendati dia juga tidak menampik adanya sejumlah potensi persoalan yang harus segera diurai. Paling utama penempatan warung dari Pasar Legi yang berubah dari perencanaan. Dari awalnya di sisi timur los 3, kini di los 4. Fitri menyadari luasan yang tersedia bagi tiap warung di los 4 hanya dua meter persegi. Fitri juga menekankan larangan pendirian warung-warung baru di seputaran pasar, di luar zonasi yang telah ditetapkan di los 4. ‘’Kalau ingin luasnya sesuai dengan yang ada di pasar legi, jelas tidak mungkin,’’ tegas Fitri. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here