Mejayan

Zona Hijau Tanggung Jawab Bersama

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun belum bisa memastikan kapan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas bisa bergulir kembali. Selain faktor kesehatan, pemikiran dan perilaku masyarakat atas protokol kesehatan menjadi tolok ukur dalam menjalani era normal baru. ‘’Termasuk dunia pendidikan, saat ini masih masa transisi,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami Kamis (18/6).

Kaji Mbing, sapaan akrab Ahmad Dawami, mengatakan bahwa sebaran Covid-19 saat ini menjadi pertimbangan belum menormalkan pendidikan. Hingga kemarin petang, dari 33 kasus masih ada 11 pasien positif korona yang belum sembuh. Kabupaten ini masih zona oranye atau di bawah zona merah. Bila mengacu panduan Kemendikbud, pelaksanaan KBM di sekolah masih belum bisa diterapkan. ‘’Zona hijau menjadi tanggung jawab bersama. Harus ada satu cita-cita ke sana di seluruh lapisan masyarakat,’’ tuturnya.

Belajar dari rumah diterapkan sejak pertengahan Maret lalu. Modelnya beralih dengan memanfaatkan berbagai platform. Pemkab mengklaim telah memaksimalkan dan menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar di tengah pandemi. ‘’Sarana-prasarana menekan kontak langsung dan jaga jarak sudah disiapkan. Bahkan, jika kemungkinaan new normal dijalankan, tapi berhenti lagi, kami sudah ada opsi lainnya,’’ beber bupati.

Dia menyatakan, target normal baru adalah aman dan produktif. Namun, kenyataan di lapangan belum mencerminkan hal tersebut. Masyarakat masih berpikiran bahwa penerapan protokol kesehatan itu sebagai perintah. ‘’Yang perlu ditekankan, protokol korona adalah suatu kebutuhan. Kalau sudah seperti itu, new normal bisa dijalankan,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close