Ziarah Nabi Daniel Dikira Jamaah Malaysia

20

Mumpung di Alexandria, tak lengkap jika tak menziarahi makam Nabi Daniel dan Luqman Hakim. Banyak pelajaran yang didapat Jamaah Hero (Happy Cairo) Maret 2019 dari sana. Berikut catatan Arfinanto Arsyadani dari Jawa Pos Radar Madiun.

………………..

JALAN menuju masjid Nabi Daniel tidak lebar. Bus terparkir di tepi jalan. Terpaut dua ratusan meter dari penggal jalan. Jamaah Happy Cairo (Hero) Ladima bergegas menyeberangi jalan dengan lalu-lintas tak pernah sepi di Alexandria itu. Bersitatap dengan pejalan dan kerumunan pembeli di pasar asbakiyah (kawasan toko buku loak). Serupa lapak toko buku di Indonesia, beragam genre menumpuk tinggi. Tak sekali dua, sopir taxi yang melintas membunyikan klakson sembari menyapa jamaah Hero Ladima yang dikira dari Malaysia.

Masjid Nabi Daniel berjarak beberapa anak tangga dari jalan itu. Saat dikunjungi, beberapa bagian dari masjid tengah direnovasi. Jamaah bergegas memasuki ruang tengah. Menziarahi makam Nabi Daniel dan Luqman Hakim yang bersebelahan. Dua makam itu terletak di bawah tanah. Menuruni lingkaran anak tangga. Di masa lampau, makam itu sejajar dengan dataran pada umumnya. Lewat beratus tahun perkembangan tata kota, posisinya kalah tinggi dengan bangunan-bangunan modern di Alexandria.

Kesan pertama begitu menggoda. Itu yang dirasakan dr Achmad Diyas Kurnia dari Ponorogo. Tak rugi dirinya berangkat umroh plus tour Cairo bersama Ladima. ‘’Ini pertama kalinya kami tur ke Mesir,’’ kata dokter yang bertugas di RSU Muslimat dan Klinik Polres Ponorogo itu.

Dokter muda itu cukup antusias menziarahi makam nabi yang namanya jarang diketahui tersebut. Ya, Nabi Daniel tidak termasuk 25 nabi dan rasul. Dia merupakan nabi dari Bani Israel yang hidup. Nabi yang tersohor dengan kemampuannya menakwilkan mimpi itu mengetahui kabar kenabian akhir zaman. Jasadnya ditemukan masih utuh berabad kemudian. Saat pasukan Panglima Amr bin Ash ekspansi ke Tustar, Irak di era pemerintahan Umar bin Khattab. Pendapat lain menyebut, jasadnya dimakamkan di sebuah benteng di Kota Kirkuk, Irak. Sedangkan yang terbaring di dekat Luqman Hakim merupakan ulama madzhab Syafi’i. Masjid Nabi Daniel dibangun pada 810 H. ‘’Jalan-jalan ke negeri ini jadi banyak tahu ilmu dan peradaban Islam,’’ imbuh dokter yang berangkat bersama kedua orang tuanya tersebut.

Owner Ladima Tour & Travel H Soenarwoto menegaskan, destinasi wisata di Mesir memang sarat dengan sejarah Islam. Banyak makam nabi dan ulama hingga artefak penting yang berkaitan dengan peradaban Islam. ‘’Keindahan negeri ini sayang untuk dilewati. Mesir sangat layak untuk dikunjungi. Kami tetap membuka pendaftaran umroh plus Mesir. Selain plus Turki maupun Dubai,’’ tuturnya. *** (fin)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here