Siswi SMAN 1 Geger Raih Medali Perak OSN 2019

51
TELADAN: Zahra Lintang Rahina, siswi kelas XI IPA 1 SMAN 1 Geger, berhasil mendulang prestasi tingkat nasional.

Menjadi kutu buku sudah dilakoni Zahra Lintang Rahina sejak kecil. Dia banyak memanfaatkan buku yang ada di perpustakaan sekolah untuk dipinjam dan dibaca di rumah. Hobi yang baik itulah yang mengantarkannya mendapat medali perak dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) kategori Geografi pada awal Juli 2019 di Manado, Sulawesi Utara.

———————-

FATIHAH IBNU FIQRI, Geger

TUMPUKAN buku-buku geografi sudah jadi pemandangan lumrah di meja belajar gadis 17 tahun itu. Gadis berhijab itu bahkan asyik mempelajari soal-soal yang ada di tiap bukunya. Tak lupa mempelajari kembali apa yang sudah disampaikan oleh guru pembimbingnya di sekolah. Meski tak intens seminggu penuh bertemu, Zahra Lintang Rahina benar-benar memanfaatkan waktu bimbingannya.

Ya, dia mendapat jatah bimbingan untuk olimpiade setiap Jumat. Namun, kadang dia mendapat tambahan pelajaran pada hari Sabtu. Atau di sela hari lain untuk lebih mendalami materi. Zahra yang sudah pernah ikut kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Padang, Sumatera Barat, tahun lalu benar-benar  memanfaatkan kenalannya. Para alumni OSN pun kerap dia hubungi via telepon untuk belajar bersama.

Meski tak ikut les atau bimbingan di luar sekolah, Zahra bisa mendulang prestasi. Kali ini medali perak kategori Geografi dalam gelaran OSN di Manado, Sulawesi Utara, yang digelar pada 30 Juni hingga 6 Juli 2019 lalu. Kegagalannya tahun lalu di Padang tak membuatnya patah semangat. Dia makin getol belajar. Bahkan, sempat dikirim ke Bandung, Jawa barat, untuk ikut berlatih ujian praktik geografi yang saat kompetisi OSN juga dilombakan. ’’Jadi, di OSN tak hanya ujian tulis, tapi juga ada ujian praktiknya,’’ kata gadis asli Desa Purworejo, Geger, Madiun, itu.

Setelah menjalani pelatihan di Bandung selama sekitar seminggu, dia pun makin percaya diri. Hingga berani berangkat ke Manado dan menjalani kompetisi. Menurutnya, soal-soal yang akan diujikan bisa diprediksi. Geografi pasti memiliki korelasi dengan tempat–tempat yang dijadikan tempat kompetisi. Jika memahami kota yang jadi tujuan, tidak akan sulit menjawab soal. ’’Saya mempelajari Kota Manado dan negara Turki yang akan jadi jujukan kompetisi internasional tahun depan,’’ tuturnya.

Sempat pesimistis karena ada salah satu soal yang tak terjawab, Zahra pun lega karena namanya disebutkan dalam daftar peraih medali perak. Dia bersyukur usahanya selama ini tidak sia-sia. Dengan begitu, Zahra harus siap menjalani Pelatnas yang akan segera digelar untuk menentukan siapa yang akan berangkat ke Turki mewakili Indonesia tahun depan. ‘’Tetap belajar terus,’’ katanya. *****(ota/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here