Yuwita-Yoana, Mbakyu-Adi Penerus Semangat Kartini

33

MADIUN – Yuwita Wahernika, 35, dan Yoana Dianika, 30, layak disebut penerus semangat RA Kartini. Bedanya, pahlawan nasional asal Jepara, Jawa Tengah, itu memperjuangkan emansipasi perempuan. Sedangkan kakak-beradik, warga Kelurahan/Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, itu konsen di bidang literasi.

Sama-sama telah menerbitkan banyak buku. Dua bersaudara ini pun bertekat membangun kampung literasi demi menumbuhkan minat baca masyarakat di sekitar lingkungannya. ‘’Lingkup perjuangan jelas berbeda dengan Kartini, tapi tantangan kami juga cukup berat,’’ kata Yoana Dianika.

Berawal dari keresahan mbakyu-adi ini dengan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Apalagi, anak-anak zaman now lebih tertarik gadget ketimbang buku. Persoalan itu melecut tekat membangun kampung literasi di Wungu yang dimulai dengan mendirikan rumah baca tiga tahun lalu.

Perpustakaan mini yang menyimpan koleksi ratusan buku pribadi itu berada di salah satu ruangan rumahnya. Meski terbilang biasa, rumah baca ini telah terdaftar pada laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhir 2018. ‘’Pendaftaran itu baru awal saja,’’ ujar penulis yang sudah meluncurkan 20 judul buku tersebut.

Rumah baca yang diangankan Yuwita-Yoana tidak sekadar dikunjungi untuk membaca, tapi banyak wawasan yang didapat ketika pulang. Melainkan tempat santai yang bermanfaat dengan konsep wisata edukatif. Pembaca yang datang diberi keterampilan tentang seni dan sastra. Misalnya, Yoana memberi workshop menulis beberapa kali dalam sebulan. Penulis kondang pun sesekali diundang.

Sedangkan Yuwita yang jago membuat berbagai kerajinan tangan berbahan alami dari beberapa jenis tanaman, bisa melatih pembuatan karya yang punya nilai jual. Ibu satu anak itu telah membuat tiga buku tutorial pembuatan handicraft. ‘’Arahnya bercabang, itu konsep Wungu sebagai kampung literasi,’’ katanya.

Karena swadaya berdua, target membangun kampung literasi ditempuh perlahan. Yoana belakangan telah mengajukan rumah baca yang dinamai Griya Yutaka itu sebagai koordinator pendidikan cinta lingkungan ke Green-Books.org untuk wilayah Kabupaten Madiun.

Organisasi nonprofit yang konsen mengajarkan anak-anak terhadap kelestarian lingkungan itu diharapkan bisa mendukung gerakan budaya membaca sekaligus peduli alam. ‘’Kami juga berkomunikasi dengan Bunda Baca Kabupaten Madiun (Penta Lianawati, Red) untuk bekerja sama dengan perpustakaan daerah. Alhamdulillah di-support,’’ ujarnya.

Di luar kampung literasi, Yoana dan kakaknya menanti terbitnya dua buku tentang kisah 99 Asmaul Husna dan 25 Nabi dalam kehidupan sehari-hari, Juni nanti. Kumpulan cerita (kumcer) ini ditulis bersama tiga penulis asal Jogjakarta.

Buku bacaan ringan ber-genre religi itu bertolak belakang dengan yang selama ini dianut. Yoana lebih ke fiksi romansa dan horor, sedangkan Yuwita buku non-fiksi tentang how to. ‘’Ide ini datang dari keresahan mengetahui anak-anak usia 10 tahun beli buku cerita dewasa. Jelas belum sepatutnya jadi konsumsi bacaan mereka,’’ ungkap Yoana.

Kegetolan Yuwita di dunia literasi karena ingin membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk belajar menulis. Beda dengan adiknya yang konsen menulis buku sejak delapan tahun silam, dia baru menyeriusinya dua tahun lalu. Menuliskan pengalaman serta tutorial membuat handicraft dari berbagai jenis tanaman. Awalnya hanya sekadar pelampiasan karena karyanya sulit bisa dipatenkan. ‘’Kalau dibukukan, publik bisa tahu kerajinan alami itu berasal dari Kabupaten Madiun karena ada ISBN (international standard book number),’’ ujarnya.

Di sisi lain, Yuwita juga tidak punya basic menulis baik secara akademik atau profesi. Capaiannya saat ini hanya karena memegang teguh niat, usaha, dan terus belajar dari adiknya. Bahkan, penulis yang menunggu penerbitan buku tutorial ketiga dan keempat tahun ini malah ketagihan dan ingin mengikuti jejak Yoana. Nah, semangat itu yang ingin ditularkan ke masyarakat lewat kampung literasi. ‘’Saya menulis seminggu dua kali ketika akhir pekan. Kalau hari aktif, biasanya malam hari,’’ ucap teller di salah satu bank swasta itu. (cor/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here