Yuwita Wahernika Bikin Aksesoris Bernilai Ekonomi dari Bahan Alam

17

MADIUN – Yuwita Wahernika sukses berkreasi memanfaatkan limbah alam menjadi aksesoris cantik punya nilai ekonomis. Perjuangannya itu lantas dikisahkan dalam tiga edisi buku.

———

HALAMAN belakang rumah Yuwita Wahernika cukup luas. Berbagai jenis tanaman dijadikan penghias agar tidak gersang. Dari beragam itu, tanaman jali mendominasi. Belakangan, tumbuhan penghasil biji-bijian itu yang membuat tangan perempuan itu gatal untuk berkreasi. ‘’Saya penasaran tanaman ini bisa dibuat apa,’’ kata Yuwita.

Yuwita mengolah tanaman itu menjadi berbagai jenis aksesoris. Seperti bros, syal, kalung, bando, dan dompet. Kreasi itu dibuat memanfaatkan bahan alam di antaranya biji jali, biji genitri, dan kulit jagung. Serta barang bekas seperti karung goni dan kain perca. Kerajinan tersebut dipasarkan ke sejumlah kota besar di Indonesia. Harganya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 175 ribu. ‘’Peminat dari Madiun masih sedikit. Mungkin lebih suka produk sintetis, ketimbang limbah alami,’’ ujarnya.

Warga Kelurahan/Kecamatan Wungu ini menekuni pembuatan aksesoris 2016 silam. Belajarnya secara otodidak tanpa melihat tutorial dari manapun. Setahun berselang, perjuangan dan sisi lainnya dalam berkreasi lantas dibukukan. Hingga kini sudah ada tiga edisi buku yang ditelurkan. Buku yang berjudul Kreasi Aksesoris Eco-trendy Berbahan Jali, misalnya. Bercerita tentang kisahnya memanfaatkan hasil alam hingga menjadi aksesoris cantik bernilai ekonomis. ‘’Buku kedua membahas tata cara kreasi memanfaatkan kulit jagung dan biji genitri,’’ ujarnya.

Karena kegetolannya menulis, Yuwita diundang mengisi acara Wisata Literasi di Waduk Widas Saradan akhir 2018. Kesempatan itu digunakan untuk mengenalkan karyanya. Penta Lianawati, Bunda Baca Kabupaten Madiun tertarik membelinya. ‘’Saya punya impian membuat eduwisata tentang cara membuat aksesoris dari bahan alam,’’ ucap Yuwita.

Bagaimana cara membagi waktu sebagai karyawan perbankan dengan menulis buku? Dia memanajemen waktu dengan sebaik–baiknya dan menikmati prosesnya. ‘’Selain karena sudah terbiasa, saya memang orang yang suka berkreasi,’’ katanya. ***(fatihah ibnu/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here