Pacitan

Yohanes Sulap Tripleks Jadi Miniatur Mobil hingga Kapal Perang

PACITAN – Kreativitas dan kemauan keras terbukti mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Seperti yang dilakoni Yohanes Franarsada, waktu luang menjaga toko kelontong dimanfaatkan untuk membuat miniatur mobil. Order pun terus mengalir.

——————-

BERAGAM kendaraan roda empat atau lebih berjejer di tempat kerja Yohanes Franarsada.  Ada truk tronton, truk pasir, mobil klasik hingga tank. Laki-laki ini bukanlah kolektor atau pengusaha showroom mobil. Dia adalah mekanik dan desainer miniatur mobil. ‘’Sudah sejak tiga tahun lalu mulai bikin miniatur mobil dari tripleks ini,’’ tuturnya membuka pembicaraan.

Papan tripleks itu diukur dengan penggaris. Lalu digores pensil. Tanganya beralih ke cutter di samping tumpukan bambu. Dengan cekatan, satu per satu papan dibelahnya menjadi puluhan potongan lebih kecil dengan berbagai ukuran dan bentuk. ‘’Harus sabar, karena buatnya satu per satu,’’ terangnya saat membuat mobil truk pasir pesanan salah satu pelanggan.

Warga Lingkungan Gantung, Pacitan, bergelut dengan miniatur mobil berawal dari keisengan. Saat itu, dia coba-coba mambuat mainan berbahan sterofoam. Hasil dan detailnya yang apik membuatnya kian tertantang menjajal dengan berbagai bahan. Bermodal tripleks bekas satu mobil mainan berhasil dibuat. Memang, sejak kecil haram hukumnya bagi Yohanes membeli mainan dan memilih membuat sendiri. ‘’Sambil jalan, ada teman yang minta dibuatkan namun lebih detail dan terus berjalan hingga sekarang,’’ ungkapnya sembari menyebut ratusan model telah dibuat.

Bagi bapak tiga anak itu membuat miniatur mobil tak butuh detail rancangan. Bermodal sekali lihat mobil lewat dan imajinasi, Yohanes fasih mewujudkan model mobil hampir mendekati aslinya. Sketsa dan gambar dari internet justru menghambatnya. ‘’Kalau youtube pernah lihat, tapi gak sesuai pemikiran saya,’’ jelasnya.

Suami Istini itu juga sempat membuat Bupati Pacitan Indartato terkagum-kagum saat melihatnya karyanya dipamerkan di alun-alun beberapa waktu lalu. Bahkan, Dandim 0801 Pacitan Letkol Inf Yudhi Diliyanto memesan beberapa model tank. Sayangnya, pesanan belum rampung dikerjakan, sang komandan keburu diganti. ‘’Sempat pesan tank dan beberapa kedaraan lain,’’ kenang pria kelahiran 15 November 1976 itu.

Bekerja untuk seni. Itu prinsip Yohanes. Sehingga, dia tak mematok harga pasti. Satu unit meniatur truk dibanderol mulai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Termahal, kapal perang angkatan laut yang dihargai hingga Rp 1 juta. Tergantung detail dan ukurannya. ‘’Kalau pengerjaan paling cepat dua minggu, semakin rumit tentu semakin lama,’’ pungkas Yohanes sembari menyebut mayoritas pembeli dari Pacitan.*** (sugeng dwi/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close