Madiun

Yayak Pamit, SR Sendiri Lagi

MADIUN – Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) single fighter terhitung mulai hari ini. Menyusul pengunduran diri Armaya sebagai wakil wali (wawali) Kota Madiun sejak kemarin (19/9). Pria yang akrab disapa Yayak itu wajib mundur dari jabatannya lantaran terjun di kontestasi pemilihan legislatif (Pileg) 2019 menggunakan gerbong Partai Perindo. ’’Ini sudah menjadi aturan, saya harus mundur H-1 penetapan daftar calon tetap (DCT),’’ kata Yayak kemarin.

Tidak ada haru biru kesedihan di hari terakhir Yayak ngantor di ruang AE-2 kemarin. Pria yang dikenal humoris dan ceplas-ceplos itu masih bisa membuat sejumlah rekan kerjanya di Balai Kota tertawa saat berpamitan dengannya. Kemarin siang, Yayak mengemasi sejumlah barang pribadinya dari ruang kerja AE-2. Sebagaimana diatur dalam PKPU 20/018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten, Yayak memang harus meletakkan jabatannya sebagai wawali sebagai persyaratan nyaleg pada 2019.

Usai pamit dengan lima sekretaris pribadi (sekpri) AE-2, Yayak berpamitan dengan jajaran forkopimda di ruang transit. Sebelum menaiki mobil dinasnya untuk terakhir kali, Yayak juga menyempatkan mampir di kantin tempat dia dan SR bercengkerama di sela kesibukan. Terhitung sejak pelantikannya sebagai wawali pada 26 Oktober tahun lalu hingga kemarin, Yayak sudah 328 hari menjadi teman duet SR. Kepada Jawa Pos Radar Madiun, Yayak mengaku membawa pulang banyak ilmu baru dari setahun berkecimpung di eksekutif.

’’Sebelumnya saya terbiasa dengan pekerjaan di legislatif. Tupoksinya jelas sebagai kontrol dari kinerja eksekutif. Kali ini benar-benar baru,’’ bebernya.

Yayak sudah mengajukan pengunduran diri sejak 31 Juli lalu. Namun, baru benar-benar angkat kaki dari Balai Kota kemarin atau H-1 penetapan DCT oleh KPU pada hari ini. Langkah Yayak hengkang dari Balai Kota membuat SR sendiri lagi. Yayak mengaku berpamitan dengan SR secara personal beberapa hari lalu. Setelah pada Agustus lalu telah mengutarakan secara resmi niatannya mundur dari AE-2. Yayak percaya SR bisa memimpin Balai Kota seorang diri. ’’Kami saling mendoakan lancar dalam berbagai urusan,’’ ucapnya.

Menurut ketua DPD Perindo Kota Madiun itu, SR adalah orang yang mengedepankan aturan dalam segala tindak tanduk. Tak heran mantan rektor Unmer Madiun itu acap menggembar-gemborkan aturan adalah panglima. Bagi dirinya dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) di Kota Karismatik. ‘’Dengan begitu, tidak ada duri yang mengancam kaki-kaki para ASN. Termasuk Pak Wali sendiri,’’ ujarnya. ‘’Pak Wali memberikan kewenangan besar pada ASN lewat republik OPD (organisasi perangkat daerah, Red), jangan dikecewakan,’’ imbuh Yayak.

Mengacu UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum dan UU 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, tidak akan ada pengganti bagi Yayak. Ketua DPRD Istono memastikan hal tersebut. Tidak ada pengisian jika kekosongan jabatan kepala daerah tersisa kurang dari 18 bulan.

Namun, berdampakkah kepergian Yayak terhadap jalannya roda pemerintahan eksekutif? Istono meyakini SR yang telah dua periode menjabat kepala daerah bisa memimpin Balai Kota dengan baik-baik saja. Pun, Istono memastikan pihaknya akan tetap mengawal pemerintahan Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (BaRis) jilid II itu sampai paripurna pada April 2019. Sekalipun menyisakan SR sebagai kepala daerah. ’’Kami akan terus mengawal pemerintahan BaRis jilid II sampai paripurna. Tuntas seluruh program dan visi-misinya,’’ tegasnya. (naz/c1/ota)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close