Yayak Berlabuh ke Perindo!

408

MADIUN – Isu politik santer berembus jelang pembukaan pendaftaran calon legislatif (caleg). Armaya, sang empunya ruang kerja wakil wali (wawali) Kota Madiun, santer diisukan telah menemukan pelabuhan parpol baru. Pascamundur dari keanggotaan Partai Demokrat, Yayak –sapaan akrab Armaya- berganti seragam Partai Persatuan Indonesia (Perindo). ’’Yang saya tahu Perindo, itu A1,’’ kata sumber Jawa Pos Radar Madiun.

Yayak diketahui mengundurkan diri dari kepengurusan sekaligus keanggotaan Demokrat pada 11 Januari lalu. Penyebabnya, kekecewaan mendalam atas rekomendasi calon wali kota (cawali) Demokrat yang tidak jatuh kepada dirinya yang notabene kader partai. Saat itu, Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meneken surat rekomendasi untuk Maidi yang notabene juga diusung oleh PDIP, parpol rival berat Demokrat.

Sumber yang mengaku cukup dekat dengan Yayak itu menyebut, keputusan sang wawali untuk keluar dari Demokrat saat itu sudah bulat. Dia juga menyebut ada kekecewaan mendalam tidak hanya dalam diri Yayak. Namun juga sejumlah simpatisannya di internal partai.

Tidak direkomnya kader partai, lanjutnya, merupakan sebuah fakta yang pedih. Pasalnya, Yayak merupakan salah satu figur sentral yang ikut membesarkan Demokrat di Kota Madiun selama hampir 12 tahun terakhir. ’’Dua kali periode pilkada sebelumnya dimenangi Demokrat. Ketika untuk pilkada yang ketiga kalinya tersisih, tentu saja itu menyakitkan,’’ bebernya. ’’Apalagi ada misi tersendiri untuk dia (Yayak, Red) mendapat rekomendasi. Tentu untuk meneruskan trah (Bambang Irianto atau BI, kakaknya),’’ imbuh sumber itu.

Spekulasi yang kemudian muncul terus-menerus mengemuka. Yakni, soal pelabuhan parpol baru untuk pejabat publik yang akrab dengan awak media itu. Yayak sempat diisukan merapat ke Partai NasDem. Pasalnya, pada November tahun lalu, Yayak yang notabene kader Demokrat mendadak diberi rekomendasi oleh NasDem untuk diusung sebagai cawali pada pilwakot 27 Juni lalu. Namun, ternyata Yayak tidak benar-benar jatuh dalam pelukan NasDem. ’’Lebih memilih ke Perindo, orang-orangnya (Yayak) semua ke sana,’’ sebutnya.

Yayak ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madiun kemarin memilih untuk tidak berkomentar. Pertanyaan terhadap benar tidaknya Yayak berlabuh ke Perindo tidak digubris oleh pria yang juga akrab disapa Ayah itu. ’’Saya tidak mau berkomentar terlebih dahulu soal itu,’’ kata dia singkat.

Spekulasi kepindahan Yayak ke Perindo justru dikonfirmasi oleh sang saudara Roby Rohmana. Roby menyebut Yayak telah resmi mengantongi kartu keanggotaan di partai yang diketuai Hari Tanoesoedibjo itu. Begitu pula dirinya yang juga ikut menyeberang dari Demokrat ke Perindo. Khusus Roby, kini didapuk sebagai ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) di DPD Perindo Kota Madiun. ‘’Jadi kronologisnya, memang betul gerbong dari Demokrat (termasuk Yayak) pindah ke Perindo, termasuk saya,’’ terangnya.

Usut punya usut, klan BI yang diberi jabatan di Perindo tidak hanya Roby. Justru Yayak didapuk sebagai pimpinan di DPD Perindo Kota Madiun menggantikan Joko Suwono, sang ketua DPD sebelumnya. Bahkan, Roby mengklaim SK pengangkatan Yayak sebagai ketua DPD Perindo kini dia pegang. SK tersebut ditandatangani Ketua DPW Perindo Jatim Ahmad Rifai dan Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo. ‘’Secara de facto dan de jure telah memenuhi sebagai ketua,’’ klaimnya.

’’Kenapa Perindo, karena kami ingin menyamakan platform, yaitu nasionalis religius. Di samping itu, walaupun partai baru, Perindo menjanjikan di survei nasional,’’ imbuhnya. (naz/c1/ota)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here