MadiunMagetan

Yang Menarik di Balik Sosok Titik Sudarti, Istri Bupati Magetan Suprawoto

Kerap Jadi Teman Diskusi saat Suami Hendak Menulis

Di balik kesuksesan suami selalu ada perempuan hebat. Itu pula kalimat yang pas untuk menggambarkan sosok Titik Sudarti, istri Bupati Magetan Suprawoto. Selain mendampingi suami dalam berbagai acara pemkab setempat, selama ini Titik disibukkan dengan aktivitas di dunia pendidikan.

ASEP SYAEFUL BACHRI, Jawa Pos Radar Madiun

KAMIS pagi (17/9), Jawa Pos Radar Madiun kedatangan tamu spesial. Titik Sudarti -istri Bupati Magetan Suprawoto- sengaja diundang untuk mengisi program podcast Radar Madiun Digital. Pagi itu, Titik berkisah tentang kesehariannya selama ini yang terbilang padat.

Ya, Titik termasuk perempuan yang supersibuk. Maklum, dia tercatat sebagai kepala SMPN 1 Magetan dan Plt kepala SMPN 1 Maospati. Juga ketua Tim Penggerak PKK Magetan. Pun, kerap mendampingi sang suami dalam acara yang digelar Pemkab Magetan. ”Semua harus dijalani dengan ikhlas dan gembira,” ujar ibu tiga anak itu.

Meski tugasnya terbilang padat, Titik masih melanggengkan kebiasaannya puasa Senin-Kamis. Dia juga rutin berpuasa saat hari weton diri sendiri, suami, maupun ketiga anaknya. Kebiasaan itu sudah dilakukannya sejak kecil. ”Selain untuk ketenangan hati, juga untuk kesehatan,” sebutnya.

Selama ini Titik lebih dikenal sebagai pendidik. Karirnya di dunia pendidikan cukup cemerlang. Termasuk selama hampir tiga dekade menjadi guru di SMPN 6 dan SMPN 1 Surabaya. ”Saat mengajukan pindah ke Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Red) pada pertengahan 2019 lalu, beliau hanya tersenyum,” kenangnya.

Titik mengajukan pindah sejak Mei 2019, namun baru pada 9 Desember tahun itu dikabulkan. Pun, secara definitif baru pada Februari 2020 menjabat kepala di SMPN 1 Magetan. Prestasinya sebagai pendidik menjadi alasan utama digondheli Risma.

Ya, pada 2002 Titik sempat terpilih menjadi guru berprestasi. Enam tahun berselang dia mendapat predikat kepala sekolah berprestasi. ”Karena banyak murid saya yang berprestasi, akhirnya beberapa kali diundang ketemu langsung dengan Bu Risma,” tuturnya.

Sebagai perempuan karir, Titik mendapat dukungan penuh Kang Woto, sapaan akrab Suprawoto. Sejak awal sang suami memiliki komitmen terkait responship gender. ”Alhamdulillah saya mendapat dukungan penuh untuk terus berkarir, dengan syarat tidak melupakan tugas mendidik anak,” ungkapnya.

Titik sengaja membentuk anak-anaknya menjadi pribadi yang sederhana dan mandiri. Terhadap anak bungsunya, misalnya, saat kuliah disuruh kos sendiri. Kemandirian itu akhirnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sang anak saat kuliah di luar negeri. ‘’Setiap niat baik pasti akan bermanfaat di kemudian hari,” ucapnya.

Selain kemandirian, Titik juga menanamkan kesederhanaan pada ketiga anaknya. Titik maupun Kang Woto sengaja tidak memberi fasilitas mobil pada mereka. Kedua anaknya yang menetap di Jakarta dan satunya lagi di Washington, Amerika Serikat, biasa naik angkutan umum seperti mikrolet, bus kota, atau angkutan publik lainnya. ”Memang tidak saya kasih (fasilitas mobil) sampai mereka mampu membeli sendiri,” ujar Titik.

Sama halnya dengan Kang Woto, Titik juga memiliki hobi menulis. Dia kerap menjadi teman diskusi Kang Woto saat hendak menuangkan gagasan dalam sebuah tulisan. ”Beliau (Kang Woto, Red) itu kapan saja menulis karena semangatnya pada dunia literasi memang besar,” ungkapnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close