AdvertorialMadiun

Wujudkan Madiun Green City, Terapkan Pembangunan Berbasis Lingkungan

MENGUBAH wajah kota menjadi lebih hijau dan bersih menjadi program sustainable Pemkot Madiun. Program itu ke depannya diharapkan bisa memantik munculnya budaya bersih di tataran kampung.

Hal itu diwujudkan dalam bentuk pengelolaan sampah atau eko-insenerator di sekitar pemukiman padat penduduk. Dengan begitu volume sampah berkurang, warga pun dapat menikmati sumber energi alternatif.

Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan gerakan itu merupakan bagian dari pembangunan kota yang berbasis lingkungan. Oleh sebab itu, dia berharap indikator Adipura dan Adiwiyata bisa menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat. ‘’Inilah yang kita harapkan bahwa pembangunan itu harus sejalan dengan budaya dari masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Khususnya yang terkait dengan (pengelolaan) sampah,’’ katanya.

Diakuinya, pemkot terus berusaha meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan setiap tahunnya. Hasil itu bisa dilihat sejak 2012, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) selalu mengapresiasi pemkot sebagai daerah yang dianggap mampu mengelola lingkungan sesuai standar tertentu.

Tetapi, itu belum membuat pemkot lega. Tahun depan, pemkot memasang target lebih besar dengan inovasi baru. Seperti pengurangan sampah plastik sekali pakai. Penerapannya bisa diatur dalam peraturan wali kota (perwali) maupun peraturan daerah (perda). ’’Saya harap dinas lingkungan hidup (DLH) berani membuat ketentuan semacam itu. Pelaksanaannya bisa dimulai dulu dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD),’’ ungkap Maidi.

Yang jelas, kata Maidi, pengelolaan lingkungan bukan hanya menjadi tanggungjawab pemkot. Tapi, juga masyarakat dan instansi lainnya. Oleh sebab itu, dia berharap semua pihak bisa mewujudkan Kota Madiun Green City. Dengan tidak lalai menjaga, merawat, dan mengelola lingkungan. (her/adv/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close