EkonomiNgawi

Wow, Investasi Ngawi Capai Rp 51,6 Triliun?

NGAWI – Sebuah kabar mengejutkan datang dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Bagaimana tidak, dari data dalam online single submission (OSS) diketahui sampai bulan April lalu jumlah investasi di Ngawi sudah melebih Rp 51,6 triliun. Padalah, target yang ditetapkan pemkab setempat dalam satu tahun saja hanyalah Rp 200 miliar. ’’Memang capaian investasi itu merupakan prestasi kami (DPMPTSP), tapi kalau angkanya segini masuk akal nggak ya,’’ ungkap Kasi Perizinan Perekonomian DPMPTSP Ngawi Hamzah Zaelani.

Hamzah mengungkapkan sejak diberlakukannya sistem OSS untuk proses pengurusan izin tahun ini, memang ada banyak sekali manfaatnya. Salah satunya, yang paling kelihatan yakni soal kemudahan pengusaha dalam mengurus izin usaha. Tanpa perlu datang ke kantor DPMPTSP, seorang pengusaha sudah bisa mendapatkan nomor induk berusaha(NIB) melalui sistem OSS tersebut. ’’Setelah isi langsung dapat (NIB). Sangat simple dan ini menjadi inovasi yang luar biasa sebenarnya,’’ ungkapnya.

Namun, dari kemudahan yang diberikan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 24/2018 yang mewajibkan semua menggunakan sistem OSS tersebut, tetap saja ada kelemahannya. Memang, siapa saja masyarakat yang mau mengurus izin usaha cukup melalui sistem OSS tersebut. Namun, yang menjadi persoalan selama ini adalah  jika terjadi kesalahan pengisian data. ’’Biasanya itu terjadi bagi pengusaha yang mendaftar di luar kantor, karena tidak ada yang mendampingi,’’ terangnya.

Sejauh ini memang hal itu tidak berdampak langsung. Kecuali data-data yang mencengangkan. Salah satunya nilai investasi selama empat bulan terakhir yang mencapai Rp 51,6 triliun dengan total jumlah investor sekitar 4.130 orang. Diduga hal itu karena ada kesalahan pengisian data modal yang dimasukkan. Sehingga angkanya menjadi melambung signifikan. Namun, Hamzah menegaskan tidak ada yang dirugikan dari data tersebut. ’’Nanti kan tetap akan dilakukan verifikasi di lapangan satu persatu, untuk ngecek kebenarannya,’’ ungkapnya.

Jika memang nanti hasil dari verifikasi di lapangan menunjukkan perusahaan itu layak, maka bisa diterbitkan untuk surat izin usaha perdagangan (SIUP) serta dokumen lainnya. Sebaliknya, jika usaha yang didaftarkan melalui OSS dinyatakan tidak layak setelah diverifikasi maka akan dicabut NIB-nya. ’’Jadi belum tentu yang sudah terdaftar di OSS itu bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya, tergantung hasil verifikasinya,’’ jelasnya.

Karena itu, Hamzah kemarin belum bisa memastikan berapa nilai investasi di Ngawi hingga bulan April ini. Kendati dalam sistem OSS sudah tertuliskan angkanya, namun dia tidak yakin untuk real-nya akan sama. Karena itu untuk kepastian berapa nilai total investasi di Ngawi bisa diketahui setelah proses verifikasi selesai. ‘’Masih perlu dipilah dan diverifikasi dulu, baru diketahui realnya berapa,’’ ungkapnya. (tif/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close