Wow, Harga Sekilo Enthung Jati Capai Rp 100 Ribu

384

PACITAN – Satria Aji membolak-balik setiap daun jati kering yang ditemuinya. Wajah bocah kelas II SD itu langsung semringah setiap kali menemukan serangga berbentuk lonjong sebesar jari telunjuk yang menempel di balik daun. ‘’Cari enthung,’’ kata Satria kemarin (18/12).

Bocah 7 tahun itu sengaja membawa baskom kecil saat berburu kepompong alias enthung jati. Hanya dalam waktu sekitar satu jam, wadah itu terisi penuh ratusan enthung. ‘’Bantu nenek,’’ ujar warga Desa Sempu, Nawangan, itu kepada Radar Pacitan.

Mirah, nenek Satria, mengaku dalam sehari bisa membawa pulang satu kilogram enthung. Calon kupu-kupu itu dibanderol Rp 100 ribu per kilogram. ‘’Perjalanan dari rumah ke sini (Arjosari, Red) sekitar satu jam,’’ sebutnya.

Menurut dia, sebagian warga memercayai kepompong jati yang kaya protein dapat menambah stamina. Pun, rasanya dinilai lebih gurih ketimbang daging ayam. ‘’Banyak yang bilang enak, tapi ada juga yang tak suka,’’ katanya.

Meski daunnya terus tumbuh sepanjang tahun, enthung jati tidak selalu ada saat musim hujan. Tahun lalu, kata Mirah, populasinya tidak sebanyak biasanya. ‘’Mungkin karena waktu itu sering turun hujan lebat, jadi banyak ulat yang mati,’’ terang Mirah. (mg6/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here