Wow, Belanja Mebeler Gedung Baru DPRD Habiskan Rp 7,7 M

223

MADIUN – Gedung baru DPRD Kota Madiun di Jalan Taman Praja segera berpenghuni. Rencananya, pada Maret mendatang seluruh anggota dewan bakal boyongan dari gedung perintis ke kantor anyar yang berada persis di samping kantor Kecamatan Taman tersebut. ’’Rencana awal pindahan dulu baru peresmian. Tapi, itu (dianggap) tidak bagus setelah berkoordinasi dengan pimpinan dewan. Jadinya, pindahan sekaligus peresmian,’’ kata Sekretaris DPRD Kota Madiun Misdi kemarin (2/1).

Hanya, Misdi mengaku belum bisa menentukan kapan tanggal pastinya para anggota dewan itu boyongan ke gedung baru DPRD. Semua masih menunggu waktu yang pas. ‘’Saat pindahan nanti kami akan nanggap wayang,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Kendati begitu, sarana prasarana (sarpras) yang nantinya akan dipakai sementara merupakan barang lama. Misdi mengungkapkan sarpras yang ada saat ini dianggap masih layak. ‘’Selain itu, karena sarpras yang baru masih akan dilaksanakan pengadaan pada tahun ini,’’ tutur mantan kabag administrasi pembangunan (adbag) tersebut.

Misdi mengungkapkan, tender pengadaan sarpras gedung baru wakil rakyat itu paling cepat bisa dilakukan pada Februari. Perkiraan itu berdasar urut kacang proses penganggaran. Diawali dengan penyusunan rancangan umum pengadaan (RUP) setelah sebelumnya APBD 2019 Kota Madiun mendapat nomor register dari pemprov. ‘’Setelah persiapan (penyusunan) RUP, lalu tender, kemudian pelaksanaan (kegiatan),’’ urainya.

Misdi berharap proses tender pengadaan sarpras itu tidak mengalami kendala. Semisal proses tender harus dilakukan ulang karena tidak adanya penawar yang memenuhi syarat administrasi. ’’Kami berharap sebelum perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019, pengadaan sarpras sudah selesai semua,’’ ucap Misdi.

Sesuai dokumen APBD, pengadaan sarpras dibagi dalam tiga kegiatan. Antara lain, pengadaan sound system di ruang rapat paripurna, LCD screen, dan peralatan arus lemah senilai Rp 3,1 miliar. Kemudian, pengadaan mebeler atau interior senilai Rp 7,7 miliar. Serta, genset dengan kapasitas 500 kV senilai Rp 1,3 miliar. ‘’Kalau bisa sekali tender ini bisa langsung selesai,’’ kata Misdi.

Sebagaimana diketahui, proses pembangunan gedung baru DPRD Kota Madiun sempat berlarut-larut. Mulai dibangun pada 2015 dengan alokasi anggaran sekitar Rp 29,3 miliar, proyek yang saat itu dikerjakan PT Aneka Jasa Pembangunan (AJP) sempat bermasalah.

Gedung yang berdiri di atas lahan seluas 12 hektare itu pembangunannya sempat mangkrak sampai dua tahun. Sebelum kemudian pengerjaannya dilanjutkan kembali pada 2018 dengan alokasi anggaran Rp 19,3 miliar. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here