Wiwin Haryati Getol Sosialisasi Pemilu kepada Penyandang Disabilitas

62

Momen menjelang pemilu membuat Wiwin Haryati semakin sibuk. Pasalnya, selain mengajar di SLB, perempuan itu merupakan relawan KPU Pacitan. Saban pekan dia rutin sosialisasi kepada warga berkebutuhan khusus.

SUARA Wiwin Haryati terdengar lantang saat mengajar pagi itu. Dengan bahasa isyarat melalui gerakan kedua tangannya, perempuan itu memberikan materi pelajaran kepada puluhan siswa kelas I SLBN Punung.

Sudah setahun terakhir Wiwin menjadi guru tidak tetap (GTT) di sekolah luar biasa itu. Selama itu pula kesehariannya diisi dengan mengajar anak-anak penyandang tunagrahita. ‘’Awalnya sulit, tapi lama-lama lancar,’’ ujar warga Desa Pringkuku, Pacitan, ini.

Selain mengajar di SLB, Wiwin sejak sebulan terakhir bergabung menjadi relawan demokrasi (relasi) KPU Pacitan. Dia sengaja memilih mendampingi para penyandang disabilitas khusus untuk menggunakan hak pilihnya. ‘’Gimana ya, lebih ke panggilan jiwa,’’ ungkap jebolan Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNS itu.

Keterlibatanya dalam urusan pemilu berawal dari ajakan rekannya. Pun, berniat mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif. Kini saban pekan dia aktif menyosialikan proses pemungutan suara pemilu kepada kalangan warag berkebutuhan khusus. ‘’Didatangi secara door to door,’’ sebut Wiwin.

Awalnya Wiwin sempat ragu. Namun, belakangan kaget setelah melihat antusiasme tinggi para calon pemilih berkebutuhan khusus di Pacitan untuk menyalurkan hak pilihnya. ‘’Sosialisasi pemilu rasanya agak berbeda dengan saat mengajar di sekolah,’’ ungkap istri Dedik Indra Irawan itu.

Kendala bahasa sempat dialami Wiwin dalam memberikan sosialisasi. Pasalnya, tak sedikit penyandang tunarungu yang memiliki kemampuan berbahasa isyarat terbatas. Belum lagi, mayoritas warga tunarungu di Pacitan menggunakan metode sibi (satu tangan) untuk berkomunikasi. Padahal, saat menempuh kuliah dia lebih sering memakai metode bisindo (dua tangan). ‘’Kadang apa yang kita pelajari di sibi ternyata penerapannya berbeda dengan yang mereka gunakan,’’ katanya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here