Wisata Pacitan Dinodai Wanita Panggilan

161

DIAM-DIAM, objek pariwisata Pacitan disusupi wanita panggilan. Itu terungkap setelah kepolisian menggerebek pasangan chek-in bukan suami istri di homestay Lingkungan Barean, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, pengujung Mei lalu.

Dari penggerebekan sekitar 03.00 dini hari itu, terungkap bila tamu perempuan itu didatangkan Suprapto, 31. Mucikari yang biasa menawarkan jasa esek-esek kepada tamu hotel dan homestay di Pacitan. ‘’Diamankan sesaat setelah penggerebekan karena saat itu dia juga berada di homestay,’’ kata Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori, Kamis (7/6).

Menurut Imam, selain menawarkan langsung, mucikari asal Semanten itu juga memanfaatkan jasa telepon dan SMS. Untuk sekali kencan singkat, dia biasa mematok tarif di kisaran Rp 300-350 ribu. ‘’Setiap transaksinya, dia mengambil keuntungan berkisar Rp 50-100 ribu,’’ urainya.

Sejauh ini polisi belum membeberkan berapa persisnya jumlah perempuan yang dipekerjakan seksual oleh Suprapto. Namun, Imam mengisyaratkan lebih dari satu orang. ‘’Hanya sedikit,’’ sebutnya.

Bersamaan penangkapan mucikari itu, polisi mengamankan dua telepon genggam dan uang tunai Rp 550 ribu yang diduga hasil transaksi. Bantal dan seprai kamar di homestay yang digerebek turut diamankan. Tersangka yang menarik keuntungan dari perbuatan cabul dan menjadikannya sebagai mata pencarian itu disangkakan pasal 506 KUHP. ‘’Tersangka terancam kurungan satu tahun penjara,’’ terangnya. (mg6/c1/fin)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here