Madiun

Wereng Tidak Mempan Disemprot Pestisida

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Petani padi di Kabupaten Madiun yang tanamannya diserang wereng susah tersenyum. Seperti dialami Sutikno, warga Desa Garon, Balerejo, yang harus merasakan gagal panen. Lahan seluas tiga ribu meter persegi miliknya rusak diserang serangga pengisap cairan tanaman tersebut. ‘’Sudah usia 70 hari. Semuanya tidak bisa ditolong,’’ katanya Rabu (5/8).

Sutikno mengungkapkan, biasanya untuk sekali panen menghasilkan Rp 8 juta. Potensi pendapatan itu kini hilang. Juga menanggung rugi biaya operasional dan perawatan tanaman. Sebelum serangan wereng kian parah, dia berusaha menyelamatkan padinya. Berbagai jenis cairan pestisida disemprotkan. ‘’Tapi tidak ada yang mempan,’’ ujarnya.

Di hamparan persawahan yang sama, Isno khawatir bakal bernasib dengan Sutikno. Padi miliknya yang baru berusia 40 hari juga tidak luput dari ancaman wereng. Serangan yang sporadis sudah terlihat. Warga Garon itu mencabuti padi yang menguning. Diikuti penyemprotan pestisida agar tidak menjalar. ‘’Sawah di sini semuanya sudah kena wereng,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun mencatat 131 hektare lahan padi diserang wereng pada musim kemarau (MK) I. Sebanyak 118 hektare di antaranya masuk kerusakan ringan dan 13 hektare sedang. Empat wilayah terdampak parah adalah Kecamatan Madiun 38 hektare, Balerejo (17), Dagangan (16), dan Wungu (11). (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close