Waspadai Peredaran Daging Gelonggongan

64

MAGETAN – Razia daging tak layak konsumsi berlanjut. Setelah memelototi rumah potong hewan (RPH), tim gabungan dari dinas peternakan dan Polres Magetan giliran blusukan pasar tradisional. Kali ini mereka menyasar Pasar Plaosan. Hasilnya, petugas tidak menemukan indikasi adanya komoditas daging bermasalah.

Plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Magetan Sidik Perwito mengatakan, menjelang Natal dan tahun baru, ada potensi beredarnya daging tidak layak konsumsi. Mulai daging gelonggongan, campuran daging babi, hingga ikan laut yang diawetkan dengan formalin. ‘’Jangan sampai konsumen dirugikan,’’ katanya kemarin (20/12).

Sidik menuturkan, inspeksi mendadak (sidak) tersebut sekaligus menindaklanjuti temuan daging tidak layak jual seperti temuan di sebuah RPH perorangan beberapa hari lalu. ‘’Proses pemotongan hewan pun di bawah pengawasan dinas peternakan,’’ ujarnya.

Dia menyebut, di Magetan terdapat 18 jagal sapi yang telah terdaftar. Namun, dari jumlah itu baru enam yang sudah melakukan pemotongan hewan sesuai standardisasi. ‘’Harapan kami, yang belum segera menyesuaikan,’’ tuturnya.

Sidik menambahkan, menjelang Natal kali ini, diperkirakan 20-30 ekor sapi disembelih per hari. Sedangkan harga daging sapi, kata dia, masih normal di kisaran Rp 120.000 per kilogram. ‘’Yang naik daging ayam potong, hari ini (kemarin, Red) sekilo Rp 35.000,‘’ pungkasnya. (mgc/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here